KUNINGAN - Para guru Madrasah Diniyah (MD) se-Kecamatan Ciawigebang berkeluh kesah terhadap Anggota DPR RI, H Amin Santono dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Yayasan Pendidikan Nurul Huda Desa Ciputat, Minggu (12/4). Mereka ingin, anggota Fraksi Partai Demokrat itu membantu nasib guru madrasah yang dirasakan kerap dianaktirikan. “Pendidikan agama dianaktirikan. Itu kami rasakan dari dulu. Terlebih, nasib para guru MD sangat memprihatinkan,” keluh Pengelola Madrasah Diniyah (MD) Al Kohar, Desa Mekarjaya, Ust Abud Saefudin. Ditegaskan, meski non-formal, MD telah ikut melayani pendidikan masyarakat. MD telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dia bahkan menyebut, sejak manusia dalam kandungan hingga meninggal dunia, para ustad dan kiyai di lingkungan MD pasti dilibatkan. “Tolong perhatikan nasib kami semua. Bagaimanapun kami berkiprah dalam pendidikan non-formal. Kalau bisa, kami minta guru MD diangkat menjadi PNS,” tandas Ubud disambut tepuk tangan hadirin di sosialisasi. Selain guru MD, dia juga merasakan ketidakadilan pemerintah kaitan guru PNS dan guru honorer. Umumnya, guru honorer justru terlihat lebih giat dibanding guru PNS. Padahal, guru PNS selain bergaji besar, punya gaji ke-13 dan berbagai tunjangan. Adapun guru honorer, gaji pun tergantung kebijakan kepala sekolah. Selebihnya, hanya bisa berdoa saja. “Gaji guru honorer sangat memprihatinkan. Ingat, iman dan taqwa dicetak oleh madrasah diniyah. Jadi harus lebih diperhatikan, lebih dibantu,” tandasnya dengan suara lantang. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Ciawigebang, Yayat Hidayat membenarkan hal itu. Dia juga melihat, pendidikan agama dianaktirikan. Misalnya, di sebuah desa ada Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SD yang berdampingan. Terlihat sekali, MI tertekan tanpa perhatian hingga bangkrut. “Tolong jangan ada diskriminasi. Tolong Pak Amin, bantu jangan sampai ada pendidikan berbau agama dan pendidikan umum yang dianaktirikan,” pinta dia. Anggota DPR RI, H Amin Santono merasakan apa yang dirasakan para pengelola dan guru MD. Keluhan kondisi MD juga bukan hanya terjadi di Kuningan, tapi di Jawa Barat bahkan Indonesia. “Kita akan perjuangkan. Tentu ini harus sinergis dengan pemerintah daerah,” katanya. Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut, Amin didampingi Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga istri tercintanya, Hj Yoyoh Rukiyah, Kepala Desa Ciputat beserta tokoh ulama, kiyai dan pemuda desa setempat. (tat)
Guru MD Minta Jadi Pegawai Negeri Sipil
Senin 13-04-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 01-10-2026,10:21 WIB
Skuad Timnas Indonesia Dirombak Lawan Bangladesh, John Herdman Siapkan Pengganti Thom Haye
Kamis 01-10-2026,06:14 WIB
7 Mobil Bekas Rp70 Jutaan dengan Pilihan Mengejutkan, Ada Honda Jazz RS, Freed hingga Suzuki Ertiga 7 Seater
Kamis 01-10-2026,02:01 WIB
Susunan Lengkap PBNU 2026-2031 Diumumkan, Gus Kikin Jadi Ketua Umum dan Gus Gudfan Sekjen
Kamis 01-10-2026,07:26 WIB
6 Tanaman Hias Tahan Cahaya Minim, Tak Butuh Banyak Air, Mudah Dirawat dan Cocok untuk Ruangan Redup
Rabu 30-09-2026,21:01 WIB
Rumah Lansia 90 Tahun di Kuningan Nyaris Ambruk, Bupati Dian Pastikan Segera Dibedah
Terkini
Kamis 01-10-2026,20:00 WIB
Ojol Cirebon Geruduk Balai Kota, Kecewa Tak Ditemui Pemkot dan Kementerian UMKM
Kamis 01-10-2026,19:57 WIB
Tanaman Indoor Hias Minimalis Jadi Pilihan untuk Rumah Sempit, 7 Jenis Ini Layak Dicoba Bagi Pemula
Kamis 01-10-2026,19:54 WIB
7 Tanaman Indoor Hias Minimalis yang Cocok untuk Rumah, Nomor 4 Bisa Diletakkan di Meja
Kamis 01-10-2026,19:49 WIB
6 Tanaman Indoor Hias Minimalis untuk Kamar dan Ruang Tamu, Cantik serta Mudah Dirawat
Kamis 01-10-2026,19:43 WIB