Salah Satu Pemesan Bakul dari Cirebon INDRAMAYU – Peredaran ikan impor di berbagai pasar daerah telah meresahkan nelayan Kabupaten Indramayu. Mereka mengeluh ketika mengetahui ikan impor banyak masuk, yang berpotensi mengurangi pendapatan nelayan. Ketua Himpunan Serikat Nelayan Indonesia (HSNI) Kabupaten Indramayu, Ono Surono mengaku sering mendapat laporan dan keluhan nelayan terkait ikan impor. Pasalnya, keberadaan ikan impor akan berdampak pada penurunan pendapatan nelayan setempat. Maraknya ikan impor di pasar, juga dipastikan akan berdampak pada merosotnya pajak retribusi di tempat pelelangan ikan (TPI) Koperasi Perikanan Laut (KPL) di masing-masing daerah di Kabupaten Indramayu. “Ikan impor tersebut dibanderol dengan harga lebih murah ketimbang hasil tangkapan nelayan Indramayu. Ini sudah mengganggu retribusi TPI,” ucap Ono. Untuk mencegah peredaran ikan impor, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, juga ditembuskan ke Gubernur Jabar. “Jelas, kami menolak dengan tegas ikan impor tersebut karena akan mematikan usaha-usaha nelayan. Kami meminta dengan tegas kepada pihak terkait serta bupati Indramayu, agar bertindak cepat menolak masuknya ikan impor. Ini semua demi keberlangsungan hidup para nelayan,” kata dia. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan, kata Ono, selain melakukan penolakan, juga harus bisa mengeluarkan ikan kardus tersebut dari Cold Storage (CS) Karangsong Indramayu. Kemudian, dengan cepat menyelidiki, mengungkap, dan menindak tegas pelaku yang mendistribusikan ikan impor secara ilegal. “Kami meminta kepada Gubernur Jabar dan Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar untuk lebih peka terhadap masalah yang tengah melanda para nelayan. DPD HSNI Jabar juga mengajak kepada semua komponen organisasi nelayan di Jabar untuk segera menyikapi persoalan ini secara serius,” tegas Ono. Ono juga menjelaskan kronologis ditemukannya ikan impor tersebut. Pada Jumat lalu (6/1), pihaknya melakukan kunjungan ke CS Karangsong Indramayu, bersama perwakilan PT Nissui selaku perusahaan perikanan Jepang. Saat itu, pihaknya menemukan ikan-ikan dalam kardus dengan volume 10 kg bertuliskan “Frozen Mackerel”, Product of Indonesia dan tulisan huruf China. Diketahui, kemasan tersebut berisi ikan jenis kembung, layang, tenggiri, dan tongkol. “Dengan adanya temuan itu, satu hari sesudahnya, kami mengajak Kepala UPTD Perikanan wilayah Indramayu. Saat melakukan tindak lanjut, kami mendapatkan penjelasan jika ikan-ikan dalam kardus itu milik sejumlah bakul ikan dari wilayah Mundu Kabupaten Cirebon, Karangampel, Limbangan dan Eretan Wetan. Dari keempat bakul tersebut, rata-rata per bulan mencapai 75 ton dan sudah berjalan sejak Juni 2011 lalu,” papar Ono. Terkait asal ikan kardus yang masuk ke Indramayu, diduga dari Muncar Banyuwangi dan Jakarta. Indikasi hadirnya di sini, ikan tersebut diambil dari China dan India. Sedangkan dalam izinnya, impor ikan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, hanya untuk bahan baku industri pengolahan ikan. Hal ini lantaran, nelayan kawasan Muncar Banyuwangi tersebut dalam produksi ikannya tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan tersebut. “Namun saat ini, fakta yang ditemukan nyata di lapangan, mengapa ikan-ikan impor tersebut kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional, supermarket, dan los-los bakul di Muaraangke, Muarabaru, dan Eretan Kulon. Seharusnya, jika melihat izin itu, bukanlah untuk pemasaran ikan, yang pada akhirnya berdampak kepada nelayan tradisional kita,” pungkasnya. (alw)
Indramayu “Diserbu” Ikan Impor
Senin 09-01-2012,01:58 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,03:02 WIB
BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,05:01 WIB
Kuota Mudik Gratis Jabar Masih Ada! 1.012 Kursi Tersisa, Cek Rute dan Jadwalnya
Kamis 12-03-2026,04:01 WIB
BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPG di Jawa, Ini Daftar Provinsi Terdampak
Kamis 12-03-2026,13:46 WIB
Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Terkini
Jumat 13-03-2026,02:01 WIB
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, BBWS Cimancis Siapkan Pompa hingga Drone Penyiram Air
Kamis 12-03-2026,22:26 WIB
Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Mudik dan Lebaran
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Kamis 12-03-2026,21:07 WIB