Bisa sampai 5 Tahun, Berhak Bahas APBD JAKARTA- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menempatkan penjabat kepala daerah untuk empat daerah yang pilkadanya ditunda pada 2017 karena hanya ada satu pasangan calon. Itu terjadi di Kota Mataram, NTB, Kabupaten Blitar, Jatim, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Meski bukan kepala daerah definitif, para penjabat tersebut diberi kewenangan lebih. Salah satunya, terlibat dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Mereka juga berpeluang menjabat dua tahun, sampai terlaksananya pilkada berikutnya. Biasanya, penjabat hanya bertugas enam bulan. Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan empat penjabat kepala daerah untuk daerah yang pilkadanya tertunda. Setelah masa jabatan kepala daerah incumbent selesai, para penjabat akan segera bertugas di daerah. “Bahkan, ketika pendaftaran calon kepala daerah dibuka oleh KPU, kami sudah siapkan,” kata Tjahjo kemarin (13/8). Terkait durasi kerja penjabat yang sampai dua tahun, mantan Sekjen PDIP tersebut menilai tidak masalah. Menurut dia, itu tidak melanggar peraturan. Kemendagri bisa memperpanjang masa bakti penjabat. Hal tersebut dialami Rano Karno yang menjabat gubernur Banten selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya ditetapkan sebagai kepala daerah definitif. “Bahkan, lima tahun masa bakti penjabat pun tidak masalah,” ujarnya. Selain itu, penjabat diberi kewenangan ikut dalam pembahasan APBD. Tjahjo mengatakan, penjabat kepala daerah bisa melakukan pembahasan APBD mulai penyusunan sampai pengesahan. “Kami berikan kewenangan itu,” tuturnya. Kewenangan tersebut akan diatur dalam”peraturan menteri dalam negeri (permendagri). “Dalam waktu dekat permendagri itu akan disahkan,” ungkapnya. Di sisi lain, suara penolakan datang dari DPR. Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto menilai hal itu melanggar konstitusi. “Harus dibuatkan permendagri dulu, baru dijalankan,” tegas anggota komisi II tersebut. Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto juga menolak wacana yang dibangun Mendagri. Dia khawatir perpanjangan masa jabatan penjabat menimbulkan konflik di daerah. “Karena pada dasarnya penjabat itu kan bukan pilihan rakyat,” ucapnya. Didik mengusulkan agar pemerintah tidak menempatkan penjabat di empat daerah itu. Namun, langsung menetapkan kepala daerah incumbent.”Hal tersebut bisa dilakukan dengan merevisi UU Pilkada. “Menurut saya, itu lebih bijak,” tuturnya. Sementara itu, Wasekjen PPP Arsul Sani menilai, jangka waktu penjabat bukan permasalahan yang mendasar. Justru yang lebih penting sejatinya adalah fakta bahwa kewenangan penjabat kepala daerah terbatas. “Mereka hanya bertugas administrasi,” ucapnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Arsul meminta pemerintah dan DPR segera merevisi UU Pilada. Jika masih ada calon tunggal setelah perpanjangan pendaftaran, DPRD berhak mengesahkan calon tunggal tersebut. “Bisa disahkan tanpa pilkada langsung,” ujarnya. (aph/c10/ca)
Mendagri Perkuat Lagi Kewenangan Penjabat
Jumat 14-08-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
4 Rekomendasi HP Samsung yang Paling Tahan Lama dengan Budget Pelajar, Mulai Rp1 Jutaan Aja!
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
Memori Besar dan Baterai Badak! Ini 4 Hp Xiaomi Budget Pelajar Terbaik di Akhir 2026
Minggu 01-11-2026,04:33 WIB
Timnas Indonesia Kena PHP! 2 Pemain Ini Gagal Naturalisasi, Ada yang Menolak dan Tidak Sesuai Regulasi
Minggu 01-11-2026,18:30 WIB
Klasemen Moto3 2026 Terbaru Usai Veda Ega Pratama Runner Up di Malaysia
Minggu 01-11-2026,08:20 WIB
4 Rekomendasi HP Samsung yang Paling Tahan Lama di 2026, Cocok untuk Pemakaian Jangka Panjang
Terkini
Senin 02-11-2026,01:00 WIB
Bukan Sekadar Tanaman Hias, Bambu Kuning Ternyata Punya 5 Makna Keberuntungan
Minggu 01-11-2026,23:14 WIB
Siap-Siap Perang Lagi, Ketegangan AS dan Iran Berada di Level Tertinggi
Minggu 01-11-2026,22:00 WIB
Bambu Kuning di Depan Rumah Dipercaya Membawa Keberuntungan, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki?
Minggu 01-11-2026,21:00 WIB
Cukup 2 Batang Serai dan 500 ml Air, Ini Cara Membuat Minuman Herbal untuk Pencernaan
Minggu 01-11-2026,20:00 WIB