WARGA Kp Cangkol Selatan menolak rencana normalisasi sungai Cipadu yang penuh sampah itu. Alasannya, hal itu tak menjadi solusi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setelah normalisasi, sungai kembali tergenang lumpur dan penuh sampah. Karena itu, warga meminta pembangunan dam atau breakwater penahan ombak. Tokoh masyarakat kampung Cangkol, Juhaeni, mengatakan, normalisasi bukan solusi. Sebab, saat air pasang akan kembali membawa lumpur dan sampah. Karena itu, Juhaeni menyampaikan agar Pemkot Cirebon tak menyalahkan warga karena membuang sampah sembarangan. “Solusinya membangun dam atau pemecah ombak. Bukan normalisasi. Itu tidak efektif,” ujarnya kepada Radar, Selasa (25/8). Dalam fakta perjalanan sungai Cipadu, pernah dilakukan normalisasi. Namun, lumpur kembali meninggi dan membawa sampah. Di samping itu, karena kendala sulitnya mencari tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sekitar wilayah, akhirnya warga membuang sampah di sungai. Artinya, kata Juhaeni, normalisasi tidak menjadi solusi efektif terhadap persoalan sampah dan penumpukan lumpur di mulut sungai Cipadu yang berbatasan langsung dengan air laut. Terlebih saat pasang, lumpur dan sampah semakin bertambah. Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon Didi Sunardi mengatakan untuk sementara dapat dilakukan dengan pengerukan lumpur menggunakan eskavator. Kedepan, warga mengusulkan breakwater untuk menghalau air laut masuk sungai saat pasang. “Tahun kemarin sudah dianggarkan Rp6 miliar dari APBN. Tapi ternyata tanah timbul disini sudah punya warga. Sementara Pemkot tidak mau ganti rugi. Anggaran gagal dan dimasukan ke Pesisir Rp3,5 miliar,” paparnya. Ketua RW 06 Cangkol Selatan Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Basuni, menyampaikan, warga sering melakukan bersih-bersih sungai dan membuang lumpur. Namun, belum pernah ada pengerukan dalam skala besar. Saat musim hujan, air sungai Cipadu tidak meluap. Justru saat air laut pasang, luapannya masuk rumah. Selain itu, masyarakat terganggu secara kesehatan, bau dan nyamuk yang membahayakan. Kepala Seksi Sumber Daya Air (SDA) DPUPESDM Kota Cirebon Tri helviana mengatakan, normalisasi akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti. Sedangkan pembangunan dum atau breakwater, hal itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, perlu dibahas dan dimasukan ke dalam APBD Kota Cirebon. (ysf)
Warga Tolak Normalisasi Cipadu
Rabu 26-08-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Kamis 12-03-2026,20:21 WIB
Mantan Menag Yaqut Ditahan di Rutan KPK, Berikut Perjalanan Kasus Kuota Haji
Terkini
Jumat 13-03-2026,18:00 WIB
Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 Tembus 4,83 Persen, Harga Pangan dan Listrik Jadi Pemicu
Jumat 13-03-2026,17:30 WIB
Polresta Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah Polri untuk Indonesia
Jumat 13-03-2026,17:00 WIB
Posko Mudik BPJS Kesehatan Hadir di Jalur Tol Cipali, Pemudik Bisa Cek Kesehatan Gratis
Jumat 13-03-2026,16:35 WIB
Jelang Idul Fitri, Kodim 0614/Kota Cirebon Gelar Bazar Ramadhan 1447 H
Jumat 13-03-2026,16:32 WIB