Pedagang Kecil dan Komparasi Curhat di Gedung Dewan KUNINGAN – Sejak bergulirnya era reformasi hingga sekarang, toko modern menjamur hingga ke Kuningan. Tak terkecuali di Kecamatan Cibingbin, keberadaan toko modern tersebut menyebabkan banyak pedagang kecil yang bangkrut. Tak heran jika gelandangan dan pengangguran bertambah. “Waktu itu para pedagang kebingungan mau mengadu ke siapa. Masyarakat jadi mati suri. Banyak warung-warung yang gulung tikar. Di pasar tradisional ada toko pakaian yang pakaiannya cuma menggantung saja, sedangkan utangnya kian numpuk,” keluh salah seorang pedagang di Pasar Cibingbin dalam audiensi yang digelar Komparasi (Komunitas Panji Rakyat Tersisih) di gedung dewan, kemarin (27/8). Ketika melaporkan kondisi tersebut ke kades, kata dia, jawabannya, itu merupakan kebijakan dari atas. Kebetulan sedang berada di gedung dewan, dia meminta tolong untuk membantu para pedagang kecil. Minimalnya pemerintah melakukan penyetopan perizinan. Karena kondisi rakyatnya menjadi tanggungjawab pemerintah agar tidak menjadi kebangkrutan nasional. Kuyu, asal Kecamatan Ciniru mengutarakan keluhan senada. Dengan bicara keras, dia selaku keturunan Arya Kamuning siap mengucurkan darah untuk menjaga Kuningan. Sebab, lebih baik jadi mayat ketimbang sengsara di tanah sendiri. Dia tidak mau melihat kesengsaraan rakyat berkepanjangan. “Kami tidak anti modernisasi, kami juga tidak anti kemajuan. Tapi atur dong. Islam tidak anti modernisasi dan tidak anti kemajuan,” teriaknya. Puluhan aktivis Komparasi dan beberapa perwakilan pedagang tradisional saat itu diterima oleh para wakil rakyat dan juga para pejabat dari SKPD terkait. Tampak Fri Maladi dan Deki Zaenal Muttaqin berada di barisan kursi paling depan. Terlihat pula Dede Kobul dan Tunggul. Secara bergantian, mereka melontarkan kritik dan pertanyaan yang ditujukan kepada anggota dewan dan SKPD terkait. Mereka tidak habis pikir dengan adanya toko modern yang berada di dalam pasar tradisional. Pada proses perizinan dulu, entah seperti apa syarat izin toko modern itu. “Kami berharap kepada para pejabat kita jangan kompak dalam menyengsarakan rakyat,” kata Fri Maladi. Ketua Komisi II, H Dede Ismail SIP waktu itu yang memimpin audiensi. Selain ditemani para wakil rakyat lain, dia juga ditemani Asda II H Nana Sugiana dan beberapa kadis terkait. Di akhir audiensi, para pejabat terkait menandatangani pakta integritas terkait keberadaan toko modern. “Selanjutnya kami akan rapat gabungan Komisi I dan II dengan mengundang SKPD terkait dan tidak menutup kemungkinan kami juga akan mengundang Komparasi dan perwakilan pedagang,” jelas politisi asal Gerindra itu. (ded)
Minta Stop Izin Toko Modern
Jumat 28-08-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,11:00 WIB
Kronologi ASN Kota Cirebon Dipecat Gara-gara Mangkir Kerja
Rabu 29-07-2026,18:06 WIB
Update Klasemen Sementara Piala Presiden Elite 2026: Persib Lolos ke Semifinal, Persija Tantang Port FC
Rabu 29-07-2026,17:01 WIB
Dapatkan Motor Listrik Polytron Fox 350 Dengan DP Ringan, Berikut Simulasi Cicilan Terendahnya Juga
Rabu 29-07-2026,13:00 WIB
Daftar Tablet RAM 8GB, Harga Terjangkau untuk Mahasiswa: Performa Lancar Tanpa Bikin Kantong Jebol
Rabu 29-07-2026,16:40 WIB
Dosen Hukum Soroti Penagihan Pajak Kota Cirebon, Cecep: Walikota Harus Paham Aturan
Terkini
Kamis 30-07-2026,10:00 WIB
Bupati Cup 2026 Kuningan Dimulai 1 Agustus, 32 Kecamatan Siap Berebut Gelar Juara
Kamis 30-07-2026,09:49 WIB
Krisis Air Bersih di Indramayu, 700 Lebih KK di Balongan Andalkan Pasokan Air Tangki
Kamis 30-07-2026,09:30 WIB
Kebakaran di Kuningan Hanguskan 2.100 Meter Persegi Lahan, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah
Kamis 30-07-2026,09:06 WIB
Daftar 6 Mobil SUV Bekas Murah Mulai 100 Jutaan, Desain Gagah, dan Nyaman Untuk Penggunaan Sehari-hari
Kamis 30-07-2026,08:48 WIB