KUNINGAN - Sudah menjadi hal lumrah ketika air Waduk Darma surut memberikan “berkah” kepada warga sekitar. Sebab, dengan surutnya air, akan muncul lahan baru yang bisa ditanami padi dan palawija. Pada tahun ini, lahan baru tersebut sudah ditanami mulai Juli lalu. Bagi warga, pemanfaatan lahan dadakan tersebut tidak selalu berhasil. Terkadang, ketika hujan datang lebih awal, tanaman tidak bisa dipanen. “Ini sih sama saja dengan gambling atau berjudi. Kalau berhasil ya disyukuri. Kalau pun tidak, warga tidak rugi,” ucap Aripin, warga setempat kepada Radar. Menurut dia, hampir semua lahan yang berada di pinggir waduk ditanami, terkecuali daerah Jagara. Biasanya bukan hanya padi, tapi jagung dan tanaman palawija lainnya juga ditanam di lahan baru. Diterangkan, kalau beruntung, di mana musim hujan terlambat, maka petani bisa panen. Tapi kalau hujannya cepat turun, lahan akan kembali terendam. “Pada tahun lalu, banyak petani tidak berhasil karena hujan turun lebih awal. Tapi tahun ini kemungkinan berhasil karena kemarau panjang,” ucap dia. Warga yang menanami lahan tersebut adalah warga sekitar yang jarak rumahnya tidak jauh dari waduk. Menurut Aripin, tanah baru tersebut merupakan milik Negara. Jadi tidak dimiliki. Hanya boleh disewa. “Sebagai petani, melihat lahan kosong, muncul naluri untuk menanam lahan tersebut. Sehingga tanpa diperintah, para petani langsung memanfaatkan lahan baru,” tambhanya. Diterangkan, keuntungan menanam berbagai tanaman di pinggir waduk tidak perlu susah payah dalam mengambil air untuk menyiram. Cukup mengambil dari pinggir waduk. “Kalau bisa dipanen, maka harus bayar pajak. Tapi kalau tidak ya gratis. Kan petaninya tidak mendapat apa-apa,” ucapnya. Dari pantauan Radar, bukan hanya dijadikan lahan pertanian. Ada juga yang memanfaatkan lahan baru tersebut sebagai saluran air dan lapangan sepak bola. Sekadar informasi, apabila musim kemarau, lahan yang kering bukan hanya dimanfaatkan oleh warga. Tapi para pengunjung yang datang ke waduk. Mereka kerap ke tengah waduk untuk melihat lokasi yang kering. (mus)
Warga Bertani di Tengah Waduk Darma
Senin 21-09-2015,15:41 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 14-07-2026,11:55 WIB
Kisah Pilu Lovanya, Korban Kecelakaan di Ciperna, Harus Hadapi Amputasi, Ayah - Ibu Meninggal
Selasa 14-07-2026,10:22 WIB
Polresta Cirebon Olah TKP Kecelakaan Truk Tronton di Tanjakan Ciperna, Sopir Ngaku Kehilangan Kendali
Senin 13-07-2026,22:47 WIB
Ramalan Shio 14 Juli 2026: 5 Shio Paling Beruntung, Peluang Cuan dan Karier Makin Bersinar
Senin 13-07-2026,20:40 WIB
Full Perbandingan Samsung Galaxy A17 Vs Tecno POVA 8 5G, Mana Hp Terbaik? Sama-sama Dilengkapi Kamera 50 MP
Terkini
Selasa 14-07-2026,18:00 WIB
Jangan Sepelekan Kutu Rambut Anak-anak, Salon di Cirebon Kebanjiran Pelanggan Setelah Libur Sekolah
Selasa 14-07-2026,17:30 WIB
Libur Sekolah Bikin Hotel di Cirebon Full Booked, Grage Grand Business Hotel Tembus Okupansi 100 Persen
Selasa 14-07-2026,17:00 WIB
Pemkot Tegaskan Pujabon Aset Daerah, Siap Hadapi Gugatan soal Status Lahan
Selasa 14-07-2026,16:30 WIB
Kasus Fake GPS ASN Cirebon: Diduga Ordal Tawarkan Jasa Manipulasi Absen, BKPSDM Perluas Pemeriksaan
Selasa 14-07-2026,16:02 WIB