Tutup Stockpile Batu Bara dan Ajukan ke Ranah Hukum PANGENAN – Keberadaan stockpile batu bara yang meresahkan masyarakat Kecamatan Pangenan terutama dalam hal kesehatan, hingga saat ini belum ada tindakan berarti dari Pemkab Cirebon. Padahal banyak warga yang mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit yang tergolong 10 besar di Kecamatan Pangenan. Aktivis peduli lingkungan Subanudin Alwi kepada Radar mengatakan bahwa terkait batu bara dirinya menilai Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak jelas. Karena sudah bertahun-tahun debu batu bara ini meresahkan masyarakat terutama mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat. “Namun apakah hingga kini Pemkab Cirebon pernah menutup satu saja stockpile batu bara yang ada? Kenyataannya tidak ada satupun yang ditutup oleh Pemkab Cirebon, artinya pemerintah di sini sangat tidak jelas terkait masalah batu bara ini,” ujar Alwi. Menurut Alwi, seharusnya selain dilakukan penutupan, stockpile batu bara ini juga bisa dibawa ke ranah hukum. Mestinya pemerintah tegas terhadap persoalan ini, setelah ada warga yang merasa terganggu kesehatannya gara-gara batu bara mestinya segera ditutup. Jangan pedulikan investasi yang membuat masyarakat tidak sehat. Karena investasi itu di Kabupaten Cirebon bukan hanya batu bara. Dan yang harus perlu dilakukan jangan hanya sebatas pada penutupan stockpile batu bara saja, tapi harus dibawa ke ranah hukum.”Karena ini juga kan termasuk kejahatan lingkungan. Lingkungan dan kesehatan masyarakat terganggu,” ungkapnya. Alwi mengaku sangat kecewa dengan pernyataan bupati beberapa hari yang lalu terkait batu bara. Bupati menyuruh badan lingkungan hidup daerah (BLHD) melakukan penelitian batu bara. Padahal BLHD sudah melakukan itu semua. “Artinya bupati paham tidak yang dinamakan penelitian. Kalau begini terus maka masyarakat yang ingin agar batu bara ditutup akan sangat kecewa,” tandas pria asal Desa Bendungan Kecamatan Pangenan ini. Sementara itu, Kepala Puskesmas Ender Pangenan dr Atih Andriyanti kepada Radar membenarkan bahwa ISPA termasuk dalam 10 besar penyakit yang sering diderita warga Kecamatan Pangenan. “Ya memang ISPA ini masuk 10 besar penyakit di Kecamatan Pangenan. Kebanyakan yang menderita ISPA itu bayi dan balita, karena memang bayi dan balita ini kan masih sangat lemah,” tutur Atih. Kendati demikian pihaknya tidak menuduh stockpile batu bara sebagai dalang penyakit ISPA yang diderita warga Kecamatan Pangenan. “Kita kan nggak asal menuduh, perlu ada penelitian kesehatan. Memang iya salah satunya itu dari stockpile batu bara, tapi juga kan sekarang musim kemarau itu banyak angin dan debu ada di mana-mana,”ujar Atih.(den)
Pemkab Tidak Peduli
Sabtu 31-10-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 04-10-2026,09:53 WIB
Kasus Curanmor Terungkap, Polsek Kapetakan Lacak Maling Motor Berbekal Sinyal GPS
Sabtu 03-10-2026,20:32 WIB
Update Medali Asian Games 2026: Indonesia Naik, Koleksi 38 Medali
Sabtu 03-10-2026,19:32 WIB
Detik-Detik Tiga Anak Terjebak Kebakaran di Perumahan Cirebon Adipura
Sabtu 03-10-2026,21:00 WIB
Bursa Kerja Online Subang Buka 2.300 Lowongan, Ada BYD hingga Alfamart
Sabtu 03-10-2026,18:03 WIB
Rekomendasi Mobil Murah 2026: Punya Rp150 Juta Bisa Beli Mobil Apa? Ini Pilihannya
Terkini
Minggu 04-10-2026,16:31 WIB
Ingin Mobil Pertama Rp100 Jutaan? 9 Rekomendasi Ini Menawarkan Kepraktisan, Kabin dan Pilihan Mesin
Minggu 04-10-2026,16:01 WIB
6 Tanaman Hias Cantik untuk Halaman Rumah, Bisa Bikin Taman Lebih Segar, Rapi, dan Estetik!
Minggu 04-10-2026,15:39 WIB
Netizen Australia Sesalkan Mitchell Baker yang Memilih Indonesia dan Jadi Gacor di FIFA ASEAN Cup 2026
Minggu 04-10-2026,15:16 WIB
Truk Ransus Nyelonong ke Jalur Lawan di Pantura Cirebon, Hantam Truk Paket hingga Boks Jebol
Minggu 04-10-2026,15:04 WIB