KESAMBI- Pemerintah Kota Cirebon akan membuka ruang komunikasi bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang menolak adanya tendanisasi di kawasan Pasar Kanoman. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UKM Kota Cirebon, Ir Syarif Arifin mengatakan, pihaknya akan kembai melaksanakan pertemuan dengan PKL untuk berdialog. \"Sebenarnya sudah ketemu, ada PKL, ada Pak Sekda. Intinya siap komunikasi lagi,\" ujar Syarif, kepada Radar, Selasa (1/12). Syarif mengatakan, selain dengan PKL pertemuan juga dilakukan dengan para pemilik toko. Di pertemuan awal, mereka sepakat dengan tendanisasi. Tapi, dalam perjalanannya belakangan ini sejumlah PKL berubah pikiran dan menolak konsep tendanisasi. Nah untuk tahapan penataan sendiri, tetap akan dilaksanakan dengan melakukan pendataan, kemudian verifikasi PKL Pasar Kanoman. Adapun tenda yang disediaka sejumlah 80 unit, dengan anggaran sekitar Rp240 juta. \"Pendataan dan verifikasi sudah dilakukan, kemudian nanti ada Tanda Daftar Usaha (TDU) bagi PKL,\" ucapnya. Syarif menyayangkan aksi penolakan itu. Sebab, konsep penataan yang sudah disusun mentah kembali. Kemudian, tenda PKL sudah disiapkan. Seperti diketahui, sebagian besar pedagang, pemilik toko dan masyarakat RW 11 menolak adanya tendanisasi PKL Kanoman. Mereka menolak karena konsep yang bakal diterapkan itu tidak sesuai dengan kehendak para pedagang. Pedagang menilai Disperindagkop UMKM arogan karena konsep tendanisasi tidak melibatkan mereka. “Disperindag memaksakan konsep itu,\" ungkap Rud Jaya, salah seorang PKL. Ada beberapa hal yang membuat pedagang kaki lima menolak tendanisasi. Pertama, mengenai ukuran tenda yang diberikan oleh pemerintah sebesar 2x3 meter. Tenda 2x3 meter itu diperuntukan bagi dua orang pedagang kaki lima yang sudah diatur sesuai jenis barang dagangannya. Selain itu tenda juga harus dijejerkan sepanjang 15 meter, kemudian diberikan ruang hanya 1,5 meter untuk pintu masuk toko. \"Itu jelas tidak memungkinkan. Kita sudah nyaman dagang harus diatur-atur lagi, tolong pemerintah juga hargai kami,\" ucapnya. Sartono pedagang lainnya, juga menyoal masukan pedagang dalam rencana tendanisasi. Apa yang disampaikan Disperindagkop UMKM tidak sesuai dengan hasil pertemuan sebelumnya. Tendanisasi 15 meter, gang 1,5 meter membuat warga resah. “Bongkar pasangnya repot,\" tegasnya. (jml)
Tenda Ditolak, Pemkot Siap Diskusi
Rabu 02-12-2015,21:40 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,09:35 WIB
29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Terkini
Sabtu 14-03-2026,06:01 WIB
PGRI Kabupaten Cirebon Bagikan 12.032 Takjil Serentak di 40 Kecamatan
Sabtu 14-03-2026,05:01 WIB
Cuaca Idulfitri 2026 di Jabar: Hujan Masih Berpotensi, Waspadai Longsor di Jalur Mudik
Sabtu 14-03-2026,04:34 WIB
Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia
Sabtu 14-03-2026,04:01 WIB
Pertamina Rencanakan Bangun Fasilitas Energi di Cirebon, Pemda Lakukan Kajian Lokasi
Sabtu 14-03-2026,03:31 WIB