KUNINGAN - Lahan kritis di Kabupaten Kuningan harus berada di angka nol pada tahun 2018. Hal itu kembali ditegaskan Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda di sela pencanangan gerakan massal menanam pohon di Area Pondok Pesantren Madinatun Najah, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, kemarin (10/12). “Saya ingin, di penghujung masa jabatan saya, seluruh sisa lahan kritis seluas 1.381,51 hektare mampu ditangani seluruhya. Luas lahan kritis di Kabupaten Kuningan pada tahun 2018 harus menjadi nol,” tandas Utje Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, akan berpulang kepada dukungan dan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat. Apakah itu aparatur pemerintahan, legislatif, organisasi masyarakat, LSM, dunia usaha, termasuk para pelajar hingga santri. Utje menegaskan, dalam konteks pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan selama lima tahun ke depan, yang paling fundamental baginya untuk ditangani adalah lahan kritis. Sebab, kondisi lahan kritis menjadi faktor penganggu kelangsungan ekosistem secara keseluruhan. Seperti pemanasan global, anomali cuaca dan menurunnya, kualitas lahan sebagai media hidup dan sumber penghidupan. Maka penting terus dilakukan gerakan masal penanaman pohon. Di Kabupaten Kuningan sendiri, giat penanaman massal pohon telah dilakukan secara rutin sejak diluncurkannya kegiatan One Man One Tree pada tahun 2009. Disusul kemudian program One Billion Indonesia Trees (OBIT) pada tahun 2011 hingga sekarang. “Gerakan menanam pohon Indonesia sudah menjadi bagian komitmen pemerintah. Tentu guna menjawab persoalan lingkungan hidup dan sumberdaya alam yang kondisinya cenderung mengalami penurunan kualitas atau degradasi,” katanya. Sebab itu, dalam momentum ini Utje mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemerintah melalui gerakan penghijauan lingkungan. Perlu diingat juga, bahwa gerakan masal penanaman pohon pada dasarnya juga merupakan bagian dari implementasi pembangunan menuju visi Kuningan MAS tahun 2018. Yaitu melalui misi keempat. Yaitu memantapkan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan dalam kerangka Kabupaten Konservasi dengan menerapkan azas kehidupan berkelanjutan. (tat)
Lahan Kritis Tersisa 1.381,51 Hektare
Jumat 11-12-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 02-08-2026,03:55 WIB
Update Klasemen Piala Presiden 2026: El Clasico Indonesia dan Derbi Jawa Timur Terjadi di Semifinal!
Minggu 02-08-2026,05:03 WIB
Puluhan Jemaah Umrah Asal Kuningan Terlantar di Bandara Soetta, Visa Baru Terbit Setelah Pesawat Berangkat
Minggu 02-08-2026,09:38 WIB
7 Rekomendasi Mobil Keluarga Terlaris 2026, Pilihan 7 Seaters dengan Kabin Luas dan Fitur Modern
Minggu 02-08-2026,10:38 WIB
RAM 16GB Cocok Untuk Kuliah & Kerja, Berikut 4 Rekomendasi Laptop Murah Mulai dari 5 Jutaan
Minggu 02-08-2026,09:06 WIB
Deretan Mobil Sedan Bekas 50 Jutaan yang Layak Beli, Irit dan Bandel Terbukti Masih Relevan Hingga Kini
Terkini
Minggu 02-08-2026,22:00 WIB
Jelang 17 Agustus, Ternyata Ini Produk yang Paling Diburu Warga di Living Plaza Cirebon
Minggu 02-08-2026,21:00 WIB
7 Oleh-oleh Umrah Favorit 2026, Sajadah Ukir hingga Cokelat Dubai Jadi Buruan
Minggu 02-08-2026,20:08 WIB
Mesin Setrika Uap Laundry Meledak, Satu Pekerja Terluka
Minggu 02-08-2026,20:00 WIB
Ribuan Suporter Meriahkan JCFEST Vol. 1, Jakmania Cirebon Gaungkan Sepak Bola Damai dan Hapus Stigma Negatif
Minggu 02-08-2026,19:30 WIB