KUNINGAN - Puluhan petani asal Kecamatan Cigugur mendatangi Kantor Cabang PDAM Cigugur, kemarin pagi (12/1). Mereka meminta agar PDAM mengalirkan air ke area pesawahan dan kolam milik warga agar tidak kekurangan air. Karena kekurangan air, banyak petani tidak bisa menggarap lahan. Begitu juga kolam, terpaksa tidak difungsikan karena air di kolam terus menyusut. Kedatangan warga tersebut karena sudah kesal. Mereka menilai, PDAM tidak komitmen dengan perjanjian awal, di mana dari sumber mata air kolam Cigugur, 60 persen dikelola PDAM dan 40 persen diberikan kepada warga. “Kami datang karena lahan tidak bisa digarap. Sedangkan saat ini sudah masuk masa tanam. Kami meminta komitmen PDAM agar perjanjian dengan kami ditaati. Karena kalau ditaati, warga tidak akan datang ke sini,” ucap Kento, salah seorang petani. Dia yakin, jika PDAM komitmen, petani tidak akan kesulitan air. Kejadian ini merupakan yang kesekian kalinya. Dan biasanya, setelah warga datang, air dari PDAM akan mengalir. Namun setelah itu, air yang dialirkan kecil, bahkan terkadang tidak ngocor sama sekali. “Lihat saja ke sana, airnya nyaris kering. Tapi sekarang air mulai penuh. Air ini bukan hanya penting bagi petani di Cigugur, tapi sampai ke hilir,” ucap Kento didampingi Nana dan Asep. Kento berharap, PDAM mau mematuhi komitmen sehingga tidak ada “penggerebekan” oleh warga. “Jangan ada istilah tikus mati di lumpung padi. Masa kami yang punya air, kami tidak kebagian air? Kalau untuk minum dan kebutuhan lainnya sih memang ada dari air sumur,” jelasnya. Terpisah, Direktur PDAM Tirta Kamuning, Deni Erlanda mengatakan pihaknya selama ini tidak pernah merasa melanggar komitmen yang sudah disepakati. Air selalu mengalir ke Cigugur, namun debitnya tidak besar karena dari mata airnya belum ngocor semua. “Meski sudah masuk musim hujan, bukan berarti debit dari mata air sudah normal. Biasanya air akan kembali normal pada bulan Maret, dan kejadian ini sudah biasa,” tandasnya. Diterangkannya, akibat debit yang menyusut, terutama pada musim kemarau, pihaknya melakukan sistem bergilir kepada pelanggan. Sebab, kalau tidak begitu, air tidak akan cukup. “Kami berharap semua warga memahaminya. Kami tidak akan merugikan siapa pun. Mengenai komitmen, pasti akan kami taati,” jelasnya. (mus)
Petani Cigugur Kesulitan Air
Rabu 13-01-2016,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 13-06-2026,09:16 WIB
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Cirebon Alami Kecelakaan hingga Dirawat di Rumah Sakit
Sabtu 13-06-2026,14:43 WIB
Server SPMB Jabar 2026 Kembali Error, Dekan Uniku Soroti Tiga Hal
Sabtu 13-06-2026,04:00 WIB
Bertemu AHY, Bupati Eman Bawa Aspirasi Strategis Majalengka untuk Infrastruktur dan Kertajati
Sabtu 13-06-2026,06:02 WIB
Dari Belajar Huruf hingga Siap Kerja di Pabrik, Ini Keunggulan SLB B YPLB Majalengka
Sabtu 13-06-2026,08:41 WIB
Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar, Kebakaran Rumah di Losari Cirebon Tewaskan Pria 71 Tahun
Terkini
Minggu 14-06-2026,02:03 WIB
BGN Bantah Operasional Dapur SPPG Dihentikan, Dana Tetap Cair dan Program Berjalan
Sabtu 13-06-2026,21:27 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 Minggu 14 Juni: Brasil vs Maroko, Australia vs Turki Live Pagi Ini
Sabtu 13-06-2026,21:00 WIB
Yunus Nusi Murka, PSSI Cari Oknum Suporter yang Hina Beckham Putra
Sabtu 13-06-2026,20:32 WIB
Jadi Pelatih Kepala Persib, Igor Tolic Langsung Siapkan Strategi untuk ACC dan ACL 2
Sabtu 13-06-2026,20:11 WIB