Nian Gao Tak Boleh Terlewatkan

Minggu 17-01-2016,16:59 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat

CIREBON-Dalam perayaan Imlek, jika kue keranjang selalu ada sebagai sajian khas. Baik dalam peribadatan ataupun dibagikan kepada kerabat atau orang di sekitarnya. Pemilik Toko Kanoman 47, Louw Cu Liong mengatakan kue keranjang atau kue dodol keranjang ini memiliki nama nian gao dalam bahasa Mandarin memiliki arti \"tahun tinggi\". Oleh sebab itu, nian gao dimakan dengan harapan keberuntungan yang meningkat dari tahun ke tahun. \"Untuk lebih memaknai ini, biasanya kue keranjang disajikan dengan susunan bertingkat dari potongan-potongan kuenya,\" katanya kepada Radar, kemarin. Biasanya, kue ini dimakan bersama dengan keluarga. Merasakan kehangatan dan suasana bahagia ketika Imlek datang. Bahkan, bisa juga dijadikan sebagai kado Imlek untuk orang tersayang. \"Ditemani teh hangat, kopi, atau susu. Anak, istri, cucu kumpul semua seperti halnya hari raya lain. Kue keranjang menjadi sajian yang tak terlewatkan,\" paparnya. Dijelaskan Louw Cu Liong, kue keranjang dibuat dari tepung ketan, yang notabene lengket. Maknanya, lengket itu menggambarkan persaudaraan yang erat dan menyatu. Sedangkan rasanya, kue keranjang memiliki rasa sangat manis. Rasa manis atau enak ini diyakininya memiliki makna suka cita, kegembiraan, menikmati berkat, berpikir positif dan memberikan yang terbaik. \"Hal yang sama hendaknya dilakukan di dalam membina hubungan dengan pelanggan kita dengan memberikan mereka yang terbaik. Hal ini juga memiliki suatu pengharapan bagi manusia, supaya hidup mereka tambah manis dan enak,\" paparnya. Jika dilihat dari bentuknya, kue keranjang berbentuk bulat atau bundar, tanpa ujung di semua sisi. Makna dari bentuk bulat ini melambangkan pesan kekeluargaan. Perlu dibina tanpa batas. \"Sementara teksturnya kenyal, memiliki makna sebuah keuletan, gigih dalam berjuang untuk meraih satu tujuan hidup,\" ujarnya. Kue keranjang tersedia dalam beberapa pilihan rasa. Mulai dari pandan, coklat, vanila, kakao, original, dan sebagainya. Di tempatnya, tersedia berbagai ukuran kue keranjang. \"Ada yang satuan beratnya kurang lebih 250 gram, ada juga yang kotakan isi 4 atau kalau ditimbang 1 kilogram,\" ujarnya. Harga per satuannya dibanderol mulai dari Rp5.500 hingga Rp9 ribu. Tergantung dari merek dan kualitasnya. Sedangkan untuk kue keranjang kotakan, dibanderol mulai dari Rp32.500 hingga Rp35 ribu. \"Seiring dengan berkembangnya waktu, kue keranjang tidak hanya dijual pada saat Imlek. Tapi juga hari raya lain seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru,\" jelasnya. (nda)

Tags :
Kategori :

Terkait