Pernah dengar tradisi mider buk? Tradisi ini sudah hampir tidak dapat dijumpai. Padahal tradisi adat yang dilakukan oleh para kuwu dan perangkat desa ini, memiliki nilai filosofis dan sarat makna. Maka dari itu, Sanggar Seni Nimas Mayangsari berupaya mengaktualisasikan tradisi ini dalam pelaksanaan kirab budaya memperingati HUT Kabupaten Cirebon, April mendatang. JAMAL SUTEJA, Sumber \"KITA ingin mengingatkan kembali masyarakat dan khususnya para kuwu mengenai tradisi ini, sebab banyak kuwu saat ini tidak tahu tradisi mider buk,\" ucap Ketua Sanggar Seni Nimas Mayangsari, H Toto Sugiarto SE kepada Radar. Kondisi perubahaan zaman, membuat tradisi mider buk sudah banyak dilupakan masyarakat Cirebon. Tradisi ini sendiri disebut mulai ada saat masa pemerintahan Katumenggungan Cakrabuana. Mider buk memiliki arti tradisi proses para kuwu mengelilingi batas wilayah desa, dengan membawa pusaka sambil melantunkan kalimat toyyibah. Menurut Toto, tradisi ini memiliki tujuan agar seorang kuwu mengetahui secara langsung batas wilayah desanya. Selain itu, kuwu juga mengetahui pasti kondisi langsung sosial masyarakat. Sementara lantunan kalimat toyyibah yang dikumandangkan menandakan untuk mengagungkan asma Allah dan sebagai rasa syukur atas karunia yang diberikan kepada penduduk. \"Tradisi ini biasanya dilakukan setiap pergantian jabatan kuwu. Mereka tidak hanya melihat peta batas wilayah, tapi benar-benar terjun langsung melihat kondisi wilayahnya, kalau batasnya sampai sawah maka harus terjun ke sawah,\" kata Toto. Pelaksanaan tradisi adat mider buk, kata Toto, sudah mulai hilang saat zaman Belanda. Para kuwu yang memiliki pusaka seperti keris dan tongkat sebagai tanda jabatan diganti dengan simbol-simbol pangkat dan lainnya. Menurutnya, sejak zaman dulu hingga kini hampir semua kuwu di Cirebon memiliki pusaka. Sebagai contoh di Desa Bojong Lor, itu masih memiliki pusaka tongkat dan baju takwa. Karena perubahan zaman, tradisi ini semakin tergerus dan ditinggalkan. Maka dari itu, pihaknya memiliki rencana pada kirab budaya dalam rangka HUT Pemkab Cirebon untuk menampilkan tradisi mider buk. Tak hanya tradisi mider buk, pihaknya akan menampilkan pasukan baksa. Pasukan ini merupakan pasukan yang di bawah komando Ki Gede. Pasukan ini pula yang berfungsi untuk membabad hutan dalam rangka perluasan wilayah. (*)
Mider Buk, Tradisi Para Kuwu Mengelilingi Batas Desa
Sabtu 05-03-2016,09:32 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 29-03-2026,12:05 WIB
Keraton Kasepuhan Grebeg Syawal di Astana Gunung Jati
Minggu 29-03-2026,07:31 WIB
KPK Luncurkan 4 Program Kampanye Antikorupsi 2026, Mulai Festival Film hingga Stand Up Comedy
Minggu 29-03-2026,09:08 WIB
Arus Balik Tol Cipali Hari Ini, One Way Lancar
Minggu 29-03-2026,19:02 WIB
Jadwal Indonesia vs Bulgaria: Final FIFA Series 2026, Misi Garuda Ukir Sejarah di GBK
Minggu 29-03-2026,11:28 WIB
Mobil Mogok di Jalur Arteri Kedawung, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan Arus Balik
Terkini
Senin 30-03-2026,06:00 WIB
Upgrade Wuling Hongguang Mini EV, Bisa Jalan 301 Km Sekali Cas dan Fast Charging
Senin 30-03-2026,05:00 WIB
Kondisi Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026 vs Bulgaria, Pede di GBK
Senin 30-03-2026,04:41 WIB
MoU Menhut dengan Jepang: Diplomasi Hijau hingga Penangkaran Komodo di iZoo Shizuoka
Senin 30-03-2026,04:13 WIB
Gelombang Kendaraan Listrik di Indonesia: Dominasi China Ancam Merek Jepang?
Senin 30-03-2026,04:03 WIB