KUNINGAN – Sabtu (14/5) siang, sebuah rumah di Desa Jalaksana, Gang Bu Cicih, Kecamatan Jalaksana, digerebek warga karena aktivitasnya menjual obat-obatan terlarang jenis dextro dan semacamnya yang lebih dikenal dengan istilah Gogon. Rumah tersebut digerebek saat sedang ada transaksi penjualan obat-obatan untuk nge-fly. Ubay, yang memimpin penggerebekan mengungkapkan, aksinya tersebut merupakan bentuk reaksi warga yang selama ini resah dengan aktivitas di rumah milik warga berinisial R tersebut sudah sejak lama menjalani bisnis obat-obatan terlarang. Hampir setiap hari di rumah tersebut kerap didatangi para pemuda yang sebagian besar masih usia pelajar untuk membeli obat-obatan terlarang tersebut dengan harga cukup murah hanya sekitar Rp20.000 saja. \"Pembelinya sebagian besar adalah para pelajar. Dan aktivitas penjualan obat Gogon tersebut sudah berjalan sekitar 10 tahun tapi tidak ada tindakan tegas dari aparat, sehingga terpaksa kami yang bergerak,\" ujar Ubay. Baca Juga: 7 Pemuda Jalaksana Gerebek Rumah Penjual Obat, Hasilnya... Ubay mengaku tidak ambil pusing dengan siapa pemilik rumah penjual obat-obatan terlarang tersebut dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian untuk mendalaminya. Yang terpenting sekarang, kata dia, tugasnya sebagai masyarakat yang ingin Kuningan terbebas dari peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang sudah dilakukan dan untuk kelanjutannya menjadi kewenangan penegak hukum. \"Yang saya tahu pemiliknya berinisial R, dan saat kami lakukan penggerebekan yang bersangkutan sedang tidak ada. Kami hanya menemukan barang bukti obat-obatan tersebut yang dijaga seorang karyawannya dan silakan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti proses hukum terhadap pemiliknya,\" ungkap Ubay. Ditambahkan Nanang Sonjaya, salah seorang warga Jalaksana, mengaku selama ini warga sudah gerah dengan aktivitas rumah tersebut yang sudah tidak malu-malu lagi menjual obat terlarang kepada para pelajar. Padahal, seperti diketahui, mengonsumsi obat-obatan seperti Tramadol, Trihex dan Dextro dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kegilaan hingga kematian. \"Saya sedih, dengan perilaku para pelajar yang ingin nge-\"fly\" cukup dengan uang Rp 20.000 padahal efek samping dari obat Gogon tersebut sangat fatal dan bisa menghancurkan masa depan mereka. Banyak kejadian perkelahian antar geng motor dan aksi kriminal yang diawali dari mengonsumsi obat-obatan ini. Bahkan tidak sedikit juga yang gila bahkan mati karena mengonsumsi obat-obatan ini,\" ujar Nanang. (taufik)
Warga Jalaksana Bertindak Sendiri karena Sudah 10 Tahun Dibiarkan
Sabtu 14-05-2016,20:40 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,16:25 WIB
Identitas Pelaku Curanmor Babak Belur di Cirebon Terungkap, Ternyata
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Sabtu 21-03-2026,16:36 WIB
Pencuri Apes di Cirebon, Kepergok Saat Sahur di Perumnas, Langsung Dikepung Warga
Sabtu 21-03-2026,21:00 WIB
Resmi! Ini Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sabtu 21-03-2026,16:42 WIB
Update Cipali Hari Ini: Arus ke Cirebon Ramai Lancar di Hari Lebaran 2026
Terkini
Minggu 22-03-2026,16:02 WIB
Vivo V70 Series Resmi Kantongi Izin! Ini 5 Alasan Kenapa Wajib Masuk Wishlist 2026
Minggu 22-03-2026,15:01 WIB
Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Awak Angkutan Sehat demi Perjalanan Aman
Minggu 22-03-2026,14:01 WIB
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK: Langkah Resmi Agar Pengajuan Kredit Kembali Lancar
Minggu 22-03-2026,13:30 WIB
Manchester United Siapkan Gebrakan Bursa Transfer 2026, Nasib Casemiro dan Carrick Jadi Sorotan
Minggu 22-03-2026,13:00 WIB