JAKARTA – Pengamatan hilal hari ini yang menentukan awal Ramadan akan sedikit terhambat mendung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di sebagian wilayah Indonesia akan berawan. Meski demikian, awal puasa tetap diprediksi bersamaan besok (6/6) karena hilal yang diproyeksi di atas 2 derajat atau melampaui konsensus bersama perhitungan bulan baru. Kepala BMKG Andi Eka Sakya menuturkan, kondisi berawan diprediksi terjadi sepanjang hari ini. Awan-awan itu akan menyelimuti sebagian besar langit Indonesia bagian Barat dan Tengah. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menghambat pengamatan hilal dalam sidang isbat yang digelar hari ini. Hilal merupakan bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak). Pengamatan hilal menjadi salah satu instrumen penentu awal bulan. ”Intensitas hujanya sangat tinggi. Jadi kemungkinan hilal akan tertahan di Barat dan Tengah,” tutur Andi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak risau atas prakiraan tersebut. Menurut dia, masih ada kesempatan untuk dapat melihat hilal di bagian timur. Selain itu, konfirmasi satu titik pengamatan hilal sudah bisa dijadikan landasan untuk masuk malam Ramadan. ”Kalau memang satu diantara para petugas tersebut ada yang melaporkan melihat hilal, bisa masuk malam Ramadan,” tuturnya. Sidang isbat dijadwalkan pada Minggu (5/6) sore dan digelar tertutup. Sidang yang dihadiri oleh para ulama, organisasi masyarakat, akademisi, dan pakar astronomi. Muhammadiyah yang sudah lebih dulu memutuskan Ramadhan dimulai Senin (6/6) juga menghadiri sidang Isbat. ”Sidang akan diawali pemaparan posisi hilal pada sore hari hingga menjelang maghrib di 30 titik. Tidak hanya di tanah air, tapi juga seluruh dunia. Posisinya seperti apa,” papar Lukman. Dia mengatakan, secara hisab (perhitungan), awal Ramadan sudah jelas jatuh pada 6 Juni 2016. Namun pemerintah tetap menunggu hasil rukyat. (mia/sof)
Satu Saja Melihat Hilal, Senin Jadi Puasa
Minggu 05-06-2016,07:18 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Kamis 19-03-2026,05:29 WIB
Pohon Besar Tumbang di Rumah Dinas Walikota Cirebon, Nyaris Timpa Area Sekitar
Rabu 18-03-2026,21:21 WIB
Malam Ini Arus Mudik Meningkat, Astra Tol Cipali Keluarkan Imbauan Penting untuk Pemudik
Terkini
Kamis 19-03-2026,18:00 WIB
Puncak Arus Mudik 2026 Terlewati, Ini Data Terbaru di Cirebon dan Tol Cipali
Kamis 19-03-2026,17:30 WIB
Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Dikembalikan pada Pemikiran Tiga Tokoh, Hatta- Margono-Sumitro
Kamis 19-03-2026,17:00 WIB
Beda Data Pelaku Kasus Air Keras Versi TNI dan Polri, Wamen HAM Desak Hal Ini
Kamis 19-03-2026,16:30 WIB
Haris Azhar Soroti Pelaku Kasus Air Keras, Singgung Dugaan Operasi Terstruktur, Desak Peradilan Umum
Kamis 19-03-2026,16:00 WIB