Jamaah Haji Cirebon yang Tertinggal Sudah Pulang

Selasa 18-10-2016,15:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

KESAMBI - Salah seorang jamaah haji asal Kota Cirebon yang tergabung dalam Kelompok terbang (Kloter) 63 sudah dipulangkan, Sabtu (15/10) dini hari. Kepulangan jamaah haji bernama Supriyanti Maritno Binti Suherman (59) ini sempat ditunda, lantaran kondisinya yang tidak memungkinkan untuk mengikuti penerbangan. Ketua Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Cirebon, H Slamet SAg mengatakan, Supriyanti sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Madinah. Setelah kondisinya membaik, langsung dipulangkan bersama jamaah haji Kota Bekasi Kloter 68. \"Saya sendiri dan keluarganya juga ikut menjemput di Bandara Halim Perdana Kusuma. Alhamdulillah jamaha haji Kota Cirebon seluruhnya sudah tiba di tanah air,\" ujar Slamet, kepada Radar, Senin (17/10). Seperti diketahui, Supriyanti sebenarnya masuk dalam Kloter 63. Seharusnya sudah tiba di tanah air 12 Oktober 2016 lalu. Namun karena menjalani perawatan pasca operasi usus buntu, kepulangan Supriyanti ditunda. \"Pesawat yang membawa rombongan haji Kloter 68 dan bu Supriyanti landing pada pukul 23:00 WIB Jumat malam. Pukul 01:30 kita checkout bandara untuk melakukan perjalanan pulang ke Cirebon dan tiba di Cirebon pada hari sabtu pagi pukul 06:00 WIB,\" terang Slamet. Ketua TPHI Kota Cirebon, H Sholeh menambahkan, ketentuan pemulangan jemaah sakit pasca haji, diatur panitia haji di Madinah. Panitia berkirim surat ke Kementerian Agama, untuk kemudian memberi informasi yang diperlukan. Kemudian, kemenag meneruskan termasuk untuk informasi pemulangan. Informasi yang diterima kemudian disampaikan kepada keluarga untuk penjemputan di bandara. \"Waktu pemulangan ibu Supriyanti keluarganya ikut menjemput di Bandara dan keluarganya pun terlihat lega,\" katanya. Untuk jumlah kuota jamaah haji ditahun 2017 mendatang, pihaknya juga merasa optimis bahwa kuota haji akan kembali ditambahkan 25 persen. Dengan penambahan kuota tersebut, jamaah haji Kota Cirebon bisa mencapai 300 orang. (via)

Tags :
Kategori :

Terkait