JEREZ - Honda akhirnya mengubah filosofi mesin MotoGP-nya musim depan. Dari yang sebelumnya menggunakan pengapian gaya lama “screamer” menjadi “bigbang”. Dengan demikian, hanya tinggal KTM pabrikan yang masih menggunakan “screamer” di antara pabrikan lainnya. Pada dasarnya, perbedaan keduanya terletak pada jeda waktu pengapian antarsilinder. Mesin screamer memiliki jeda waktu pengapian yang sama antarsilinder. Misalnya motor 4 silinder, maka dibutuhkan 720 derajat perputaran crankshaft, karena proses pengapian setiap silinder dilakukan setiap crankshaft berputar 180 derajat. Sedangkan mesin bigbang, jeda pengapian tiap silindernya lebih singkat. Sehingga piston memiliki waktu istirahat sebelum pengapian berikutnya. Mesin “bigbang” lebih mudah dikendalikan. Khususnya saat keluar tikungan di mana sepanjang musim ini rider-rider dengan mesin Honda mengeluhkan liarnya power mesin saat tuas gas dibuka pada putaran mesin rendah. Motor seringkali wheelie karena terlalu agresif. Mengendarai mesin screamer juga membutuhkan fisik ekstra karena power delivery yang terlalu besar. Pada hari kedua uji coba pramusim MotoGP di Jerez, pembalap uji KTM Mika Kallio berbicara tentang karakter mesin RC16. \'\'Tentu ini (bigbang atau screamer) menjadi pembahasan kami mana yang terbaik,\'\' terangnya dilansir Crash. Saat ini para insinyur mesin berupaya membangung motor yang mampu membuat ban lebih awet, mendapatkan grip terbaik di tikungan, dan tidak terlalu menghabiskan energi rider. Menurutnya, KTM saat ini sedang berjuang dengan minimnya grip ban. Meski begitu, rider asa Finlandia tersebut tidak melihat masalahnya ada pada mesin. Melainkan kombinasi chassis dan lengan ayun. \'\'Untuk tes berikutnya mereka (mekanik) akan mengembangkan beberapa poin pada motor, yang itu sangat menarik. Tapi sejauh ini masalahnya ada pada chassis, bukan mesin,\'\' terangnya. Kallio mengaku telah menjajal beberapa macam mesin RC16 di awal musim ini. Termasuk yang berpengapian bigbang. Mesin yang dipakai saat ini adalah yang terbaik. Bradley Smith yang bergabung dengan mantan rekan setimnya di Yamaha Tech3 Pol Espargaro di KTM mengatakan kondisi Jerez memang agak licin saat uji coba kedua. Karena itu perlu melihat hasil uji coba di trek lain seperti di Sepang akhir Januari tahun depan. \'\'Kami belajar untuk menjinakkannya dan menemukan area dimana kami harus memperbaikinya,\'\' ungkapnya. KTM, Honda, Ducati dan Aprilia menggunakan mesin berkonfigursi V4. Sedangkan Yamaha dan Suzuki memilih empat silinder segaris. KTM RC16 menggunakan chassis baja tubular bukan aluminium seperti motor lain. Untuk urusan suspensi mereka lebih memilih WP ketimbang Ohlins. (cak)
MotoGP, KTM Pertahankan Mesin Screamer
Sabtu 26-11-2016,18:57 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,19:32 WIB
Tol Cipali Landai Sore Ini, 54 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta di Tengah Hujan
Sabtu 28-03-2026,18:04 WIB
PPC Gelar Pameran Lukisan Nasional Perdana 2026 di Grage Mall Cirebon
Sabtu 28-03-2026,21:02 WIB
Libur Lebaran 2026, IKN Diserbu Wisatawan: UMKM Raup Omzet Fantastis
Sabtu 28-03-2026,21:37 WIB
Kebakaran Rumah di Kejuden Cirebon, Kerugian Capai Rp50 Juta, Ini Penyebabnya
Sabtu 28-03-2026,14:05 WIB
Penemuan Mayat Pria Pengidap Gangguan Jiwa di Rumahnya Gegerkan Warga Luragunglandeuh, Kuningan
Terkini
Minggu 29-03-2026,12:25 WIB
Mengenal Jajaran Sepatu PUMA HYROX Terbaru
Minggu 29-03-2026,12:05 WIB
Keraton Kasepuhan Grebeg Syawal di Astana Gunung Jati
Minggu 29-03-2026,12:00 WIB
Abadikan Momen: Berikut 10 Prompt Gemini AI untuk Foto Keluarga Modern
Minggu 29-03-2026,11:28 WIB
Mobil Mogok di Jalur Arteri Kedawung, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan Arus Balik
Minggu 29-03-2026,11:05 WIB