Pengaruh Tiongkok di Ornamen Bangunan Makam Sunan Gunung Jati

Jumat 19-05-2017,15:05 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

CIREBON – Tiongkok tidak hanya dikenal dengan sejarah panjangnya. Peradaban maju sudah menghiasi halaman sejarah sejak ribuan tahun sebelum masehi. Salah satu benda seni yang menjadi khas negeri itu adalah keramik dengan berbagai hiasan gambar dan motif. Situs sejarah Cirebon tidak lepas dari keramik khas negeri tirai bambu. Menengok Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Masjid Gunung Jati, ornamen khas Tiongkok begitu mudah ditemui. Termasuk di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Keramik menghiasi setiap sudut ruangan yang ada. Pengurus kompleks makam Sunan Gunung Jati, Abdul Hamid mengatakan, sebelum era Putri Ong Tien (istri Sunan Gunung Jati) hadir di Cirebon, keramik Tiongkok sudah menghiasi bangunan-bangunan di Cirebon. Hal ini menyimpulkan, kehadiran mereka di Cirebon sudah ada sejak Cirebon baru berdiri. Meskipun demikian, Abdul tidak menegaskan, kehadiran Putri Ong Tien menambah kuat ornamen tersebut. “Hampir setiap sudut situs sejarah Cirebon pasti ada keramik Tiongkok. Menandakan percampuran budaya dan bangsa tetap berjalan harmonis saat itu. Contoh baik ini harus kita lestarikan,” ujar Abdul. Keramik Tiongkok di Gunung Jati dan situs sejarah lainnya mengalami kemiripan. Yaitu, gambar di dalamnya selalu berkaitan dengan suasana alam, kegiatan masyarakatnya, naga hingga kerajaan Tiongkok. Seperti diketahui, nama menjadi hewan yang dibanggakan dan memiliki makna mendalam bagi warga negeri Tiongkok hingga saat ini. Tidak hanya benda keramik, guci dan sejenisnya, arsitektur Tiongkok melengkapi kazanah seni mendirikan bangunan di Cirebon. “Banyak sentuhan Tiongkok, mulai dari benda hingga arsiteknya,” ucapnya. (ysf)  

Tags :
Kategori :

Terkait