CAGLIARI - Kini, sudah tidak ada alasan bagi Napoli untuk tidak meraih hasil maksimal di Serie A. Sebab, Partenopei resmi hanya fokus ke kasta tertinggi di Italia itu setelah tengah pekan lalu langkah mereka terhenti di 32 besar Liga Europa. Di Coppa Italia, Marek Hamsik dkk juga sudah kandas sejak perempat final bulan lalu. Bisa dibilang, Napoli saat ini unggul dari segi fisik dan mental dari rival terdekat Juventus. Sebagaimana diketahui, Nyonya Tua masih bertahan di tiga ajang tersebut dan memang berambisi untuk merengkuh treble winners musim ini. \'\'Kami harus segera melupakan kegagalan di Liga Europa. Konsentrasi harus segera kami curahkan sepenuhnya di Serie A,\'\' ucap Hamsik seperti dilansir Football Italia. Hingga rampungnya giornata ke-25, Napoli masih unggul satu poin dari Juventus (66-65). Itu yang membuat tim ber-home base San Paolo itu tidak boleh terpeleset di sisa 14 giornata. Lebih jauh, Napoli saat ini tengah dalam performa menawan di Serie A. Mereka selalu menang di sembilan giornata terakhir. Tre punti dari Cagliari juga bisa menjadi modal berharga menyongsong agenda berat di bulan Maret. Ya, Napoli harus menghadapi AS Roma dan Inter Milan di dua pekan beruntun (4 dan 12 Maret). Bahkan, dengan asumsi bahwa Naopli dan Juve terus mendapat tiga poin, maka laga \"final\" Serie A ditentukan pada giornata ke-34. Yakni saat keduanya bentrokan di Allianz Stadium (22/4). \"Di Italia, dalam enam tahun terakhir, tidak ada yang bisa menandingi Juventus. Selalu ada tekanan baik yang logis maupun tidak masuk akal untuk mewujudkan itu (scudetto),\'\' kata allenatore Napoli Maurizio Sarri. \'\'Intinya, bila kami berhasil membuat orang-orang Naples bahagia (dengan scudetto, red), maka itu akan menjadi sumber kebahagiaan terbesar bagi kami,\'\' lanjut pelatih 58 tahun itu. Memang, dahaga Napoli dan Neapolitan akan scudetto sudah sangat lama tidak terpuaskan. Kali terakhir Partenopei menggapai supremasi tertinggi di sepakbola Italia itu pada musim 1989-1990 alias 28 tahun silam saat masih diperkuat legenda hidup Diego Maradona. Dan, Napoli juga harus belajar dari pengalaman dua musim lalu. Mereka sempat menjadi capolista hingga pekan ke-23. Namun, tidak pernah menang di tiga giornata selanjutnya membuat mereka harus gigit jari di akhir musim dengan harus puas sebagai runnner up. Padahal, saat itu mereka juga sudah tersingkir dari Coppa Italia dan Liga Europa. \'\'Cara bermain Napoli di bawah Sarri mengingatkan saya akan sepakbola Spanyol. Napoli memiliki kemampuan untuk menghukum kami,\'\' papar allenatore Cagliari Diego Lopez. (io)
Cagliari vs Napoli, Tuntaskan Mimpi 28 Tahun
Senin 26-02-2018,14:55 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,17:26 WIB
3 Pemuda Cirebon Meninggal Dunia, Diduga setelah Pesta Miras Oplosan
Kamis 29-10-2026,14:30 WIB
RSUD Cideres Buka Suara soal Gelang Emas 41 Gram yang Diduga Hilang, CCTV Bermasalah
Kamis 29-10-2026,16:28 WIB
Intip Kecanggihan Vivo V80, Andalkan Kamera Portrait ZEISS dan Lensa Telefoto 50 MP
Kamis 29-10-2026,14:32 WIB
Persib Bawa Poin Penting untuk Ranking Indonesia di AFC, Sedikit Lagi bisa Lampaui Singapura dan Vietnam
Kamis 29-10-2026,17:59 WIB
Masa Depan Pers Dipertaruhkan, Royalti Jurnalistik Terancam Habis untuk Biaya LMK?
Terkini
Jumat 30-10-2026,14:03 WIB
Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Sosok Ini Justru Dapat Sorotan Khusus AFC Jelang Piala Asia 2026
Jumat 30-10-2026,14:00 WIB
Bikin Nagih! Rahasia Ayam Goreng Bawang Putih Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
Jumat 30-10-2026,13:49 WIB
Polemik Mbappe versus Tiongkok, Gianni: FIFA Tak Mau Hukum Pemain Hanya karena Kontroversial di Medsos
Jumat 30-10-2026,13:00 WIB
7 Tips Merawat Tumit Kaki Pecah-pecah agar Kembali Halus, Bisa Dilakukan di Rumah
Jumat 30-10-2026,12:22 WIB