ETNIS Tionghoa tersebar di wilayah Kota/Kabupaten Cirebon. Hal itu dibuktikan oleh sejarah panjang antara pribumi dan etnis Tionghoa yang menyatu dalam satu ikatakan pernikahan. Asimilasi inilah yang kemudian melahirkan banyak keturunan etnis Tionghoa di wilayah Kabupaten Cirebon. Salah satunya, di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang. Bahkan, Jamblang kerap kali disebut sebagai Kota Tua Tionghoa. Sejarah mencatat, daerah Jamblang menjadi pusat perdagangan bagi etnis Tionghoa. Namun, pusat perdagangan itu kini sudah tidak hidup lagi terhitung sejak tahun 1998. Demikian disampaikan tokoh Tionghoa Kecamatan Jamblang, Tek Hian (59), saat ditemui di Vihara Dharma Rakita beberapa waktu lalu. “Hubungan erat yang terjalin antara pribumi dan etnis Tionghoa itu kemudian melahirkan tongki (keturunan, red),” ujar Tek Hian. Namun, kata Tek Hian, keturunan tionghoa di Desa Jamblang ini sudah tidak lagi melakukan aktvitas peribadatan di Vihara Dharma Rakhita. Sebab, mayoritas mereka kini memeluk agama Kristen Katolik. “Di sini memang mayoritas etnis Tionghoa. Tapi, rumah pemujaan sudah tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan, kelenteng sudah sepi sejak tahun 1985,” tuturnya. Selain itu, saat ini etnis tionghoa yang tinggal di Jamblang tinggal puluhan orang. Tak sedikit dari mereka yang pindah domisili. Meski tidak ada lagi etnis Tionghoa di Desa Jamblang sembayang di Vihara Dharma Rakhita, kata Tek Hian, tamu dari berbagai berbagai Kota/Kabupaten Cirebon kerap kali mengunjungi kelenteng ini. Sebab, kelenteng ini merupakan warisan leluhur tertua yang ada di Cirebon. “Tidak ada cacatan bahwa kelenteng ini dibuat tahun berapa. Tapi, rumah pemujaan ini mulai dipugar sejak tahun 1785 yang proses pembiayaanya dengan urunan dari penduduk Desa Jamblang dan sekitarnya,” kata pria yang tinggal di Blok Tanjankan Lebak, Desa Jamblang, itu. Berdasarkan cerita lain, Kelenteng Jamblang dibangun bersamaan dengan pembangunan Masjid Sang Cipta Rasa di Kasepuhan. Dia mengungkapkan, jejak sejarah keberadaan etnis Tionghoa bukan hanya itu saja. Jejak bangunan tua etnis Tionghoa di Kecamatan Jamblang, Kabupaten cirebon. Keberadaan makam China Kutiong dan bangunan kuno peninggalan etnis Tionghoa masih berdiri kokoh. Tepat di sebelah keleteng terdapat bangunan tua yang dibangun pada tahun 1905. “Untuk bangunan tua seperti rumah-rumah itu kurang terawat. Tapi, kontruksi bangunan masih kokoh. Terkecuali kelenteng. Sebab, kelenteng terus dipelihara. Sehingga bangunan pun masih kokoh. Alat-alat yang ada di keleteng pun peninggalan zaman dulu,” pungkasnya. (sam)
Jejak Kota Tua Tionghoa di Desa Jamblang (2)
Senin 09-07-2018,04:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-04-2026,14:00 WIB
Jalan Dr Sutomo Kembali Berlubang, Warga Keluhkan Tambal Sulam Tak Bertahan Lama
Sabtu 04-04-2026,09:00 WIB
Gempa di Sulut dan Malut, Prabowo Minta Prioritaskan Layanan Cepat dan Penyelamatan Warga
Sabtu 04-04-2026,10:30 WIB
Wali Kota Cirebon Terapkan WFH Setiap Jumat, Dorong Efisiensi dan Transformasi Digital ASN
Sabtu 04-04-2026,12:07 WIB
Dinsos Kota Cirebon Hadapi Lonjakan Mr X, Terkendala Identitas dan Penolakan Keluarga
Sabtu 04-04-2026,13:01 WIB
SPPBG Larangan Harjamukti Kenalkan Baju Adat Khas Cirebon, Hadirkan Peci dari Kampung Benda Argasunya
Terkini
Minggu 05-04-2026,07:04 WIB
Tragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dianiaya Preman, Polisi Buru Pelaku
Minggu 05-04-2026,05:01 WIB
Situasi Mencekam di Lebanon, 8 Prajurit TNI Jadi Korban, RI Desak PBB Bertindak
Minggu 05-04-2026,04:02 WIB
Menjaga Keadilan Proses: Hukum Acara Pidana di Kabupaten Cirebon
Minggu 05-04-2026,02:03 WIB
Fokus Layanani Kesehatan Masyarakat, PAN Beri Ambulans Gratis untuk Cirebon dan Indramayu
Sabtu 04-04-2026,22:27 WIB