CIREBON-Sejumlah petani di Desa Curug Wetan, Kecamatan Susukan Lebak mulai mengembangkan komoditi tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Setelah sukses menanam Black Madras, jenis padi dengan warna daun merah kehitaman, kini para petani yang tergabung dalam Gapoktan Barokah mulai mengembangkan komoditi Buah Ciplukan. Buah Ciplukan yang awalnya seringkali dijadikan campuran ramuan obat herbal tersebut, mulai ditanam sejak setahun terakhir. Untungnya, meskipun kondisi cuaca Cirebon seringkali panas, namun Buah Ciplukan bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah yang melimpah. “Ini bukan Ciplukan biasa. Dari ukurannya saja sudah jelas kelihatan. Bibit buah ini saya dapatkan dari rekanan di Batam. Saya kembangkan di sini dan cocok, bisa berbuah dan maksimal,” ujar Ketua Gapoktan Barokah Curug Wetan Nurhasan saat ditemui Radar Cirebon. Dijelaskan Nurhasan, harga Buah Ciplukan Jumbo atau warga Curug Wetan sering menyebutnya Cecendet Jumbo tersebut, mempunyai nilai ekonomis yang begitu tinggi. Harganya perkilogram rata-rata berkisar antara Rp100.000 sampai Rp200.000. “Pasarnya memang belum besar. Saya saja masih kirim ke Batam, di sana untuk obat. Kirimnya belum banyak, karena saat ini saya baru bisa tanam sekitar 100 batang saja,” imbuhnya. Masa tanam dari cecendet tersebut paling cepat sekitar dua bulan dan paling lama tiga bulan, tergantung kondisi cuaca dan kelembaban udaranya. “Tanaman ini paling tidak tahan panas. Harus disiram dua kali sehari, tapi kalau mendekati panen cukup sehari atau dua hari sekali. Yang penting tanah dan suhu udaranya lembab, itu sudah cukup,” ungkapnya. Sementara itu, Kuwu Desa Curug Wetan, Jaenudin Radar mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pihak Gapoktan Barokah. Menurutnya, yang sudah dirintis selama ini oleh Gapoktan sudah bagus dan sangat terasa. “Kalau tidak salah, Gapoktan kita ini sudah mendapatkan beberapa kali penghargaan. Baik di tingkat kabupatan ataupun provinsi. Wilayah kita juga sering jadi rujukan atau studi banding dari wilayah lain, terutama untuk persoalan pertanian,” pungkasnya. (dri)
Buah Ciplukan Ternyata Bernilai Ekonomi Tinggi
Kamis 19-07-2018,15:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 14-05-2026,14:42 WIB
Pemilik Warung Korban Gangster di Cirebon Trauma Berat, Kapolres Turun Tangan Beri Perlindungan
Kamis 14-05-2026,04:07 WIB
Heboh Anggaran Rental Mobil Dinas di Cirebon, FORMASI Tawarkan Skema Baru Lebih Efisien
Kamis 14-05-2026,07:03 WIB
PPI Kota Cirebon Resmi Dikukuhkan, Walikota Tekankan Pensiunan Tetap Berkarya
Kamis 14-05-2026,05:02 WIB
Tim Hisab Rukyat Sepakati 4 Komitmen Penting, Penetapan Awal Hijriah Harus Bijak
Kamis 14-05-2026,15:30 WIB
Persib Bandung Kena Sanksi Denda Rp3,5 Miliar dari AFC, Terancam Main Tanpa Penonton
Terkini
Kamis 14-05-2026,22:14 WIB
Detik-detik Pencurian Motor di Kasugengan Lor Cirebon, Pelaku Diduga Lebih dari Satu
Kamis 14-05-2026,22:00 WIB
Bengkel Milik Warga Kedawung Cirebon Terbakar Malam Hari, Damkar Ungkap Penyebab Awal
Kamis 14-05-2026,21:00 WIB
DPRD Kuningan Soroti Pengadaan iPhone Rp232 Juta di Tengah Krisis Fiskal Daerah
Kamis 14-05-2026,20:34 WIB
Bupati Majalengka Lantik 3 Pejabat Baru, Langsung Diberi Tugas Khusus
Kamis 14-05-2026,20:01 WIB