Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan status Gunung Anak Krakatau yang dinaikkan dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III). Keputusan untuk menaikkan status itu diambil setelah adanya analisis berdasarkan kegiatan vulkanik di Gunung Anak Krakatau dalam 1-2 hari terakhir. Dengan dinaikkannya status tersebut maka masyarakat dan wisatawan pun dilarang untuk melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah gunung. Status Siaga sendiri diberlakukan sejak Kamis (27/12/2018) pukul 06.00 WIB. “Karena adanya antisipasi terhadap eskalasi lanjutan, maka status dinaikkan. [Eskalasi] Itu memberikan potensi bahaya yang lebih luas dari yang dinyatakan Waspada,” kata Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo saat jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta pada Kamis (27/12/2018). Antonius lantas menyebutkan sejumlah indikator yang menjadi acuan dalam menaikkan status Gunung Anak Krakatau. Menurut Antonius, aktivitas gunung sejak 23 Desember 2018 tidak berhenti, sampai akhirnya muncul hujan abu pada Rabu (26/12/2018) malam. Ia pun menyebutkan aktivitas gunung sebetulnya telah terlihat sejak 22 Desember 2018 namun masih terlihat ada selang waktu kala itu. Meningkatnya intensitas kegiatan vulkanik lantas membuat lontaran material yang keluar semakin banyak. Material yang terus muncul dari letusan pun disebutkan menyentuh air sehingga posisi jatuhnya tersebar ke mana-mana. “Alirannya cenderung ke arah tenggara. Sehingga [radius] 5 kilometer saya kira cukup aman. Sedangkan untuk abu, saya kira akan terbawa angin ke mana-mana,” ujar Antonius. Selain memasuki tahap letusan Strombolian yang disertai dengan lontaran dan aliran lava pijar, sejak Sabtu (22/12/2018) lalu juga diamati muncul letusan tipe Surtseyan. Oleh karena debit volume magma yang dikeluarkan cenderung meningkat maka lubang kawah pun bakal membesar. Dari situlah kemudian muncul kemungkinan adanya lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. “Dengan kawah akan sedikit membesar, kalau membesar, kami naikkan [statusnya],” ucap Antonius.
Gunung Anak Krakatau Status Level III, Begini Penjelasan ESDM
Kamis 27-12-2018,14:13 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,02:03 WIB
Timnas Indonesia Naik Ranking FIFA, Siap Hadapi FIFA Series 2026 dengan Skuad Solid
Selasa 24-03-2026,04:01 WIB
Hindari Macet Saat Arus Balik, Kemenhub Minta Pemudik Atur Jadwal Pulang
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,06:07 WIB
ASEAN Bersinar! Indonesia, Vietnam, dan Singapura Lolos ke Piala Asia 2027
Selasa 24-03-2026,05:02 WIB
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Mahmoud Abbas hingga Erdogan, Ini Pesan Pentingnya
Terkini
Selasa 24-03-2026,22:00 WIB
Janji Normalisasi Irigasi Tak Kunjung Terealisasi, Warga Cibogo Cirebon Geram
Selasa 24-03-2026,21:01 WIB
Bangga Masuk Skuad Garuda di FIFA Series 2026, Beckham Putra Siap Buktikan Kualitas
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,20:18 WIB
Arus Balik Tol Cipali Naik 88 Persen, Malam Ini 87 Ribu Kendaraan Mengarah ke Jakarta
Selasa 24-03-2026,20:01 WIB