Terlalu Banyak Hotel di Cirebon, Okupansi Nyaris Stagnan

Jumat 18-01-2019,18:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi

CIREBON–Kota Cirebon berusaha menaruh porsi perhatian lebih besar pada sektor pariwisata. Namun, secara umum hasilnya belum nampak. Khususnya dari segi tingkat hunian hotel. Perbandingan data 2017-2018 okupansi hanya naik 1 persen. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon Imam Reza Hakiki menjelaskan, rata-rata okupansi di tahun 2017 yakni sekitar 57 persen dan di tahun kemarin rata-rata 58 persen. “Cirebon sejauh ini masih monoton. Belum ada daya tarik baru,” ujar Kiki –sapaan akrabnya- kepada Radar Cirebon. Tingkat hunian yang nyaris stagnan ditengarai disebabkan terlalu banyaknya hotel di Kota Cirebon. Sementara daya tarik baik itu wisata maupun aktivitas lainnya, nyaris tidak ada penambahan. Meski secara umum terlihat ada grafik peningkatan pengunjung, namun tidak berbanding lurus dengan hunian hotel. Kiki menyebutkan, hal ini salah satu imbas dari terhubungnya Tol Trans Jawa. Sejak beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), tantangan bagi pelaku usaha hotel sangatlah berat. Mudahnya akses dan singkatnya waktu tempuh, membuat tak adanya long stay. “Sekarang bisa pulang pergi. Jadi usaha hotel tidak kebagian,” tuturnya. Kondisi ini bisa berbeda bila Kota Cirebon memiliki destinasi wisata baru. Keberadaan destinasi ini diharapkan dapat menahan wisatawan lebih lama. Yang tentunya akan berimbas pada sektor hotel dan restoran. Tidak hanya itu, long stay juga akan membawa multiplier effect pada sektor lainnya. Dan pada akhirnya memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). \"Kami sangat berharap Cirebon bisa menjadi contoh. Bukan lagi mencontoh kota lain, dan tentu punya daya tarik baru, \" jelasnya. Di tahun ini, PHRI menargetkan rata-rata okupansi 60 persen. Kiki optimis bisa mewujudkan ini. Hal tersebut juga didukung dengan target pemerintah kota yang memiliki target dua juta wisatawan. Ditambah dengan adanya wacana pemerintah kota maupun pemerintah provinsi yang sedang giat mengembangkan pariwisata di Kota Cirebon. Seperti akan disulapnya alun-alun Kejaksan yang diharapkan bisa menjadi magnet di Kota Cirebon. \"Kuncinya jangan ada tambahan hotel lagi karena sudah cukup banyak hotel di sini. Yang perlu justru ciptakan destinasi wisata baru di Kota Cirebon ini,\" tandasnya. (apr)

Tags :
Kategori :

Terkait