BANDUNG – Di hadapan perwakilan organisasi buruh dan internal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengingatkan agar terus menjaga tren pertumbuhan ekonomi 5 persen. Selain itu, kondusivitas daerah dan penggunaan internet untuk hal-hal yang positif, juga diimbau ditingkatkan. \"Tiga hal ini yang bisa menjadikan Jawa Barat menjadi provinsi yang paling berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia di 2045 mendatang,\" kata Iwa saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jawa Barat, Minggu (12/5) di Kantor Disnaker Provinsi Jawa Barat, Jln Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Menurut Iwa, berdasarkan riset sejumlah lembaga dunia, dalam 100 tahun Indonesia setelah merdeka, atau tepatnya di tahun 2045, akan menjadi negara adidaya ke-5 di dunia setelah Amerika Serikat, China, India, Rusia dan Uni Eropa. \"Tapi, ada syaratnya,\" tuturnya. Syarat pertama, adalah adanya pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dengan indikator-indikator. Yakni, pertumbuhan ekonomi yang mengentaskan kemiskinan, menurunkan angka pengangguran dan angka kesenjangan ekonomi masyarakat. Tentu saja, untuk mewujudkan indikator tersebut ada dua syarat utama. Yakni, peningkatan pembangunan infrastruktur dan daya saing daerah berupa peningkatan sumber daya manusia baik secara kuantitatif maupun kualitatif. \"Maka, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah 5 persen lebih, sebagai provinsi terbesar di Indonesia, APBD kita sebagian besar untuk pendidikan dan kesehatan. Apalagi, tahun 2018 lalu pertumbuhan kita sudah 5,4 persen tertinggi di Indonesia. Ini harus kita pertahankan,\" bebernya. Syarat yang kedua, lanjut Iwa, adalah pada saat transisi kepemimpinan, baik di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi dan nasional, berjalan dengan kondusif dengan damai. Oleh sebab itu, dia mengajak kepada seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas serta perdamaian pasca pemilu presiden dan legislatif. \"Mari jaga kondisivitas demi kemajuan negara Indonesia,\" lanjutnya. Sementara, syarat yang ketiga adalah bijaksana dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi. Terutama internet. \"Gunakan internet untuk meningkatkan produktivitas kerja, menambah ilmu pengetahuan, mempermudah konektivitas. Bukan untuk digunakan untuk hal-hal buruk, seperti hoax, menyebar ujaran kebencian, dan yang lainnya,\" tegasnya. Di akhir sambutannya, dia berharap, dengan segala potensi yang ada, Jawa Barat bisa menjadi provinsi paling maju di Indonesia. (jun)
Jawa Barat Harus Berkontribusi Memajukan Indonesia
Senin 13-05-2019,21:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Kamis 12-03-2026,20:21 WIB
Mantan Menag Yaqut Ditahan di Rutan KPK, Berikut Perjalanan Kasus Kuota Haji
Terkini
Jumat 13-03-2026,19:32 WIB
KNPI Kabupaten Cirebon Gelar Dialog Ramadan, Bahas Peran Strategis Pemuda di Tengah Geopolitik Global
Jumat 13-03-2026,19:01 WIB
Mudik Lebaran 2026: BPBD Jabar Siapkan 82 Posko Bencana di Jalur Longsor dan Banjir
Jumat 13-03-2026,18:31 WIB
Satlantas Polres Kuningan Pasang 57 Water Barrier dan 92 Rambu di Titik Rawan Kecelakaan
Jumat 13-03-2026,18:00 WIB
Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 Tembus 4,83 Persen, Harga Pangan dan Listrik Jadi Pemicu
Jumat 13-03-2026,17:30 WIB