MAJALENGKA – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan aksi pemberantasan korupsi terintegrasi, di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Kamis (25/7). Dalam paparannya, perwakilan KPK RI, Rusdian, menekankan pentingnya optimalisasi sistem pendapatan daerah. Dalam lawatannya ke beberapa daerah, Rusdian kerap kali menekankan soal hal tersebut. Sebab potensi pendapatan daerah yang terinventarisasi dengan baik dapat dijadikan sebagai modal dalam penyusunan perencanaan penganggaran untuk pembangunan daerah. Yang muaranya tentu ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini yang dijadikan asumsi dalam penyusunan APBD adalah kenaikan 10 persen dari anggaran tahun berjalan. Padahal, itu belum tentu tercapai, yang ada nanti di akhir defisit. Makanya kita selalu sampaikan, pastikan berapa potensi riil pendapatan daerah, supaya penyusunan perencanaan anggaran bisa lebih terarah,” ujar Rusdian. Dia menjelaskan, dalam penanganan korupsi di tanah air, pimpinan KPK selalu menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui perbaikan sistem pengelolaan pemerintahan, serta sumber daya manusia yang berintegritas tinggi. “Walaupun sistemnya baik, tapi percuma bila integritas manusianya kurang. Mari sama-sama kita sebagai ASN terus pertahankan integritas ini,” ucapnya. Wakil Bupati Tarsono D Mardiana mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Menurutnya ini penting agar disimak sampai tuntas oleh seluruh pejabat struktural yang diundang. Bahkan, wabup mengingatkan kepada semua peserta agar mengikuti kegiatan sampai tuntas. Tidak boleh ada yang pulang duluan selagi acara masih berlangsung. Tarsono juga sependapat dengan upaya tim KPK dalam menyoroti optimalisasi potensi pendapatan daerah. Sebab ini merupakan hak pemerintah yang dapat lebih optimal diperoleh dari para wajib pajak untuk dikelola ke dalam sebuah program yang bermuara pada kepentingan masyarakat. “Kami apresiasi saran dari tim KPK dalam mengatasi kebocoran-kebocoran sektor pendapatan dengan merekomendasikan beberapa program untuk dijalankan. Saya kira ini masukan yang sangat baik. Kami sudah tugaskan kepada OPD-OPD yang mengelola pendapatan daerah untuk mencari formulasi sistem untuk menopang optimalisasi pendapatan ini,” ungkapnya. Dia menambahkan, optimalisasi pendapatan daerah ini akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh objek pendapatan daerah. Baik itu yang berasal dari kategori pajak daerah, maupun retribusi daerah. Sehingga, dengan terus naiknya angka pendapatan daerah, maka semakin banyak pula program-program yang bisa dibuat untuk kepentingan masyarakat. (azs)
KPK Minta Pemkab Majalengka Optimalkan Pendapatan Daerah
Sabtu 27-07-2019,05:35 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,08:12 WIB
Mencekam! Kebakaran Kios Mie Ayam di Cirebon, Pemilik Pingsan di Kamar Mandi
Jumat 03-04-2026,07:59 WIB
Ono Surono Muncul di Cirebon setelah Rumahnya Digeledah KPK, Pilih Bungkam Soal Kasus
Jumat 03-04-2026,02:00 WIB
Razia Miras Malam Hari di Kedawung, Polisi Amankan Penjual Tanpa Izin
Jumat 03-04-2026,09:30 WIB
Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Seperti Ini Respons Taktis John Herdman
Jumat 03-04-2026,10:00 WIB
Demo di Indramayu Tolak PSN Revitalisasi Tambak, Massa Mengancam Gelar Aksi Lebih Besar
Terkini
Jumat 03-04-2026,22:00 WIB
Jembatan Kalibaru Dibongkar, Seniman Cirebon Siap Lapor Polisi
Jumat 03-04-2026,21:42 WIB
Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir
Jumat 03-04-2026,21:00 WIB
Restorative Justice dalam Hukum Acara Pidana: Mendorong Keadilan yang Lebih Humanis
Jumat 03-04-2026,20:30 WIB
Disnakertrans Jabar: WFH Bukan Libur, Karyawan Tetap Harus Bekerja
Jumat 03-04-2026,20:02 WIB