JAKARTA-Masyarakat diimbau jangan mudah mengunggah data kependudukan, seperti KTP elektronik (e-KTP), Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) ke media sosial. Sebab, data itu akan muncul dalam mesin pencari Google, sehingga mudah disalahgunakan bahkan diperjualbelikan oleh para pemulung data. “Banyaknya gambar e-KTP dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, kemarin (28/7). Pernyataan Zudan, menanggapi praktik jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK), e-KTP dan KK oleh sebuah grup tertutup Dream Market Official yang viral hari-hari ini. Selama ini, kata Zudan, banyak sekali data dan gambar e-KTP serta KK berseliweran di medsos dan laman pencarian Google. Bahkan, lanjutnya, masyarakat pun dengan enteng menyerahkan fotokopi e-KTP, KK untuk suatu keperluan, seperti mengurus SIM dan lainnya melalui biro jasa. “Data e-KTP dan nomor HP kita itu sudah kita sebarluaskan sendiri saat masuk hotel, perkantoran, dan lain-lain. Tak ada jaminan data tadi aman tidak dibagikan ke pihak lain sehingga muncul banyak penipuan,” kata Zudan. Begitu juga ketika mengisi ulang pulsa di konter atau warung kerap diminta menulis sendiri nomor HP di sebuah buku. Data Nomor HP di buku tadi ternyata laku dijual dan ada pembelinya. “Jadi saya pastikan data kependudukan yang dijualbelikan itu bukan berasal dari Dukcapil. Saya juga ingin memastikan bahwa data NIK serta KK tersimpan aman di data base Dukcapil dan tidak bocor seperti dugaan masyarakat,” kata Zudan menandaskan. Sekadar informasi, sistem pengamanan data center Dukcapil dibuat berlapis, harus melalui tiga kali tahapan pindai sidik jari buat yang mau masuk ke data center. Dukcapil juga menggunakan jalur VPN saat berhubungan dengan operator. “Jadi kalau bocor dari dalam sangat kecil kemungkinannya. Yang paling memungkinkan adalah penyalahgunaan data yang beredar luas di Google tadi dan dikumpulkan serta diolah oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Apalagi UU Perlindungan Data Pribadi saat masih digodog di Pemerintah. penyalahgunaan data kependudukan via medsos jadi sangat liar,” jelas mantan penjabat Gubernur Gorontalo itu Sementara itu, pihak Ombudsman RI mengakui bahwa pemberian hak akses verifikasi data kependudukan oleh Ditjen Dukcapil itu clean dan safety. Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengakui, selama ini terdapat kesalahpahaman yang beredar di masyarakat bahwa swasta bisa mengakses data pribadi. Padahal, yang ada hanyalah hak akses verifikasi data sehingga tidak ada praktik inkonstitusional apapun. “Selama ini yang beredar ini kan akses data. Tapi sebenarnya yang ada itu akses untuk verifikasi, memeriksa kebenaran dan keabsahan data dalam rangka melindungi para pengguna layanan ini (dari identitas palsu),” kata Alvin. Menurut UU Nomor 24 tahun 2013 tentang Adminduk, lanjut Alvin, data kependudukan dibagi menjadi dua, yaitu data perseorangan dan data pribadi. Apa yang boleh diakses lembaga adalah data perseorangan yang menyangkut nama, alamat, serta tempat dan tanggal lahir. Sedangkan akses pada data pribadi yang menyangkut riwayat cacat dan aib tidak diberikan. “Kita bedakan. Data itu ada dua, data perseorangan dan data pribadi. Data pribadi yang ada cacat atau aib seseorang, itu gak bisa diakses, kecuali seizin Mendagri dan bagi pihak-yang menyalahgunakan data kependudukan ada sanksi pidana penjara, denda dan administrasi,” tutupnya. (ful/fin)
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Unggah Data Adminduk
Senin 29-07-2019,22:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,15:32 WIB
Update Data Korban Meninggal dan Kronologi Kecelakaan Maut di Cingambul Majalengka
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,14:34 WIB
Kecelakaan di Cingambul Majalengka, Berikut Ini Data Korban di RSUD Cideres
Selasa 24-03-2026,15:30 WIB
Nelayan Tenggelam di Cirebon Ditemukan Meninggal, Begini Kronologi Lengkap Kejadian di Muara Tawangsari
Terkini
Rabu 25-03-2026,13:50 WIB
One Way Nasional Arus Balik Berakhir, Tol Kalikangkung–Pejagan Kembali Normal
Rabu 25-03-2026,13:40 WIB
10 Cafe Tengah Kota di Cirebon yang Estetik dan Nyaman untuk Nongkrong dan WFC
Rabu 25-03-2026,13:00 WIB
Wisata Malam 'Lumi Land' Hadir di Goa Sunyaragi, Jam Operasional Diperpanjang Saat Libur Lebaran
Rabu 25-03-2026,12:03 WIB
Stok Pangan Cirebon Aman hingga 11 Bulan, Bulog Siapkan 136 Ribu Ton Beras
Rabu 25-03-2026,11:50 WIB