Kini, terdapat juga beberapa tanaman lainnya seperti pepaya, padi, kacang, dan timun suri. Setelah tanaman ini mulai mekar dan menjadi daya tarik, para anggota tani ini pun mulai melihat peluang untuk lahan ini bisa menjadi agrowisata.
\"Sebelumnya kami pernah studi banding ke Trenggalek yang memanfaatkan lahan kecil sebagai agrowisata. Kami rasa itu juga bisa diterapkan di sini. Dan akan kami tekuni dengan serius,\" ungkapnya.
Hingga saat ini, pengunjung yang masuk belum dikenai patokan tarif. Melainkan berapa pun biaya yang diberikannya, diterima untuk kebersihan di lingkungan tersebut. Besar harapan, ke depan lahan ini bisa menjadi agrowisata yang besar dan menarik banyak wisatawan.
\"Hingga saat ini pembiayaan masih mandiri dari kami. Kami harap pemerintah bisa juga ikut memantau agrowisata ini,\" tukasnya. (*)