Dalam surat edaran juga disebutkan komposisi petugas upacara yang akan bertugas. Pertama, komandan upacara 1 orang. Kedua, pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) sebanyak 3 orang yang berasal dari cadangan paskibraka tahun 2019. Ketiga, pasukan upacara sebanyak 20 orang yang berasal dari TNI/Polri. Keempat, korps musik sebanyak 24 orang.
Kelima, pembawa acara sebanyak 2 orang. Keenam, pasukan pelaksana tembakan kehormatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI sebanyak 17 orang dari TNI. Upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini akan berlangsung di Halaman Istana Merdeka mulai pukul 10.00 WIB dan disiarkan secara virtual.
Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan delapan pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk upacara HUT Kemerdekaan RI. “Pengibar benderanya sangat minimal yakni 3 orang. Baik penaikan dan penurunan bendera,” ujar Bey.
Delapan orang tersebut diambil dari anggota cadangan Paskibra 2019 lalu. Dalam setiap upacara, baik saat pengibaran maupun penurunan bendera hanya akan dilakukan oleh tiga orang Paskibra.
“Ada di setiap penaikan 3 orang. Yakni 2 laki-laki dan 1 perempuan. Jadi total yang disiapkan ada 5 laki-laki dan 3 perempuan. Ini sudah berdasarkan data dan nilai tahun lalu. Jadi sudah ada keputusan siapa yang dipilih,” ucapnya.
Selain itu, petugas yang melaksanakan upacara HUT ke-75 RI di Istana juga dibatasi. Hanya ada lima orang perwakilan dari setiap matra. Mulai dari TNI AD, AL, AU serta kepolisian. “Hanya 5 orang, total 20 orang. Jadi memang sangat minimalis,” terangnya.
Protokol kesehatan juga diutamakan selama upacara. Yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, dan sarung tangan. Bey mengungkapkan, upacara bendera di Istana akan dimulai sekitar pukul 9.45 WIB. Kemudian detik-detik proklamasi akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB hingga 10.40 WIB.(rh/fin)