BPMU Sekolah Swasta Terancam Hilang 2026, SMK di Jabar Hadapi Ancaman Kolaps Operasional
Ketua Forum SMK Swasta Kota Cirebon, Ari Nurrahmat.-Ade Gustiana-Radarcirebon.com
Angka tersebut menjadi penopang signifikan, terutama ketika pengelolaan pendidikan masih berada di tangan pemerintah kabupaten/kota.
Saat itu, sekolah swasta masih mendapat berbagai sumber bantuan: BOS pusat, BOS daerah, BOS provinsi, hingga beasiswa rawan putus sekolah.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Sumedang dan Bandung Pagi Ini, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Namun kondisi berubah drastis ketika kewenangan SMA dan SMK dialihkan ke pemerintah provinsi. Perlahan tapi pasti, bantuan dari daerah menghilang. BPMU menjadi satu-satunya sandaran sekolah swasta dari pemerintah provinsi.
Penyusutan BPMU dan Ketergantungan Sekolah Kecil
Pada era kepemimpinan Ridwan Kamil, BPMU sempat mengalami penyusutan. Tidak semua sekolah kebagian. Sekolah kecil dengan jumlah siswa minim menjadi yang paling terdampak.
Setelah melalui perjuangan panjang, BPMU akhirnya kembali stabil di angka Rp600 ribu per siswa per tahun dan bertahan hingga 2025.
“BPMU ini bukan untuk foya-foya. Hampir seluruhnya dipakai untuk membayar honor guru,” ujar Ari saat diwawancarai, Kamis (29/1/2026).
Realitas di lapangan, kata Ari, cukup pahit. Banyak guru di sekolah swasta menerima honor hanya Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Bukan karena sekolah menekan, melainkan karena keterbatasan jumlah siswa dan jam mengajar. Semakin sedikit murid, semakin kecil pemasukan sekolah.
Di sinilah BPMU berperan vital. Dengan bantuan Rp600 ribu per siswa per tahun, sekolah bisa menutup honor guru selama empat hingga enam bulan.
Dana BPMU masuk ke rekening sekolah, dikelola secara transparan melalui Rencana Penggunaan Belanja (RPB), berdasarkan perhitungan jam mengajar dan honor per jam.
Jika BPMU Hilang, Hitungan Buyar
Ketika kabar penghapusan BPMU mencuat, seluruh perhitungan keuangan sekolah pun goyah. Ari memberi gambaran sederhana.
Sekolah dengan 1.000 siswa selama ini menerima sekitar Rp600 juta per tahun dari BPMU. Jika dibagi per bulan, nilainya sekitar Rp50 juta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

