Ok
Daya Motor

Kulit Udang yang Sering Dibuang Ini Ternyata Bisa Jadi Sumber Cuan, Inovasi Keren Siswa SMKN 1 Mundu

Kulit Udang yang Sering Dibuang Ini Ternyata Bisa Jadi Sumber Cuan, Inovasi Keren Siswa SMKN 1 Mundu

Kulit Udang yang Sering Dibuang Ini Ternyata Bisa Jadi Sumber Cuan, Inovasi Keren Siswa SMKN 1 Mundu-smkn 1 mundu-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Selama ini kulit udang kerap dianggap limbah tak bernilai. Setelah dagingnya diolah, sisa kulit biasanya dibuang begitu saja. Padahal, di tangan yang tepat, limbah ini justru bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi itu datang dari siswa kelas XI Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan SMKN 1 Mundu, Kabupaten Cirebon. Dua siswa, Galang Akbar dan Widia Salsa, berhasil mengembangkan produk SeaShrimp, bumbu seasoning berbasis kulit udang yang kaya rasa umami dan mengusung konsep zero waste.

Produk ini dikembangkan di bawah bimbingan guru produktif Fath Fadhilah Wardiwira, sebagai bagian dari pembelajaran pengolahan hasil perikanan yang menekankan inovasi, pemecahan masalah, dan kewirausahaan.
Dari Limbah Murah Jadi Seasoning Bernilai Tinggi

Kulit udang sebenarnya menyimpan aroma seafood dan rasa gurih alami yang kuat. Melalui serangkaian proses—mulai dari pencucian, pengeringan suhu rendah, penggilingan bertahap, hingga light roasting—kulit udang diolah menjadi bubuk halus dengan karakter rasa khas.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Glamping di Kuningan dan Lokasi Terindah di Kaki Ciremai

Bubuk tersebut kemudian diformulasikan dengan garam dan bahan pendukung alami sehingga menghasilkan bumbu tabur seafood yang praktis, tidak menggumpal, dan mudah diaplikasikan ke berbagai makanan.
“SeaShrimp kami rancang sebagai seasoning alami dengan rasa umami kuat, bukan sekadar bumbu instan biasa,” ujar Galang Akbar.

Menjawab Kebutuhan UMKM Kuliner

Tren makanan modern seperti rice bowl, frozen food, camilan, dan street food membuat kebutuhan bumbu siap pakai semakin meningkat. Banyak pelaku UMKM membutuhkan seasoning yang konsisten rasanya, mudah digunakan, dan memiliki ciri khas agar produknya bisa bersaing di pasar.

SeaShrimp hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bumbu ini dapat digunakan sebagai taburan snack, campuran nasi goreng seafood, bumbu ayam crispy, hingga produk frozen food.

Menurut Widia Salsa, produk ini juga dirancang agar mudah diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil. “UMKM butuh bumbu yang praktis tapi tetap punya karakter rasa yang kuat. Itu yang kami coba hadirkan lewat SeaShrimp,” jelasnya.

Zero Waste Jadi Nilai Jual Utama

Keunggulan utama SeaShrimp bukan hanya pada rasa, tetapi juga pada konsep pemanfaatan limbah kulit udang. Bahan baku yang sebelumnya bernilai rendah diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Self-Care, Ini 10 Rahasia Menjaga Kesehatan Mental agar Hidup Lebih Tenang

Guru pembimbing Fath Fadhilah Wardiwira menjelaskan bahwa inovasi ini selaras dengan prinsip circular economy. “Siswa tidak hanya belajar mengolah hasil perikanan, tetapi juga memahami bagaimana limbah bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Potensi Bisnis yang Menjanjikan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: