Marak Investasi Bodong di Cirebon, OJK Ingatkan Investasi Harus Terapkan 2L, Simak Penjelasannya
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib.-Apridista Siti Ramdhani-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Puluhan sosialita Cirebon menjadi korban arisan dan titip dana online. Sebagian besar dari mereka merupakan ibu rumah tangga dan karyawan swasta.
Menyikapi kasus ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih investasi dan tak mudah tergiur akan imbal hasil yang besar.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menuturkan bahwa OJK menyadari segala jenis modus penipuan berkedok investasi yang dilakukan oleh oknum semakin canggih dan beraneka ragam.
Ditambah dengan kondisi perekonomian yang penuh tantangan dan era digitalisasi yang semakin terbuka.
BACA JUGA:Hendak Balap Liar, Puluhan Remaja Digiring ke Polres Kuningan, Ada Joki Bayaran Seratus Ribu
BACA JUGA:Pengunjung Minimarket di Talun Jadi Korban Pencurian Handphone, Pelaku Terekam CCTV, Ada yang Kenal?
Tujuannya untuk meraup keuntungan dari para korban dengan cara memainkan psikologis masyarakat salah satunya memberikan iming-iming imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak realistis.
Perlu diingat bahwa setiap bentuk investasi itu mengandung risiko. Tidak ada jenis investasi yang tidak berisiko.
"Semakin tinggi tingkat imbal hasil investasinya, maka semakin tinggi pula risikonya," ungkapnya.
Sebagian besar korban penipuan berkedok investasi biasanya sudah mengetahui bahwa tidak ada instrumen investasi dengan imbal hasil sebesar 20% per bulan.
BACA JUGA:Spot Hiking di Kuningan, Cocok untuk Liburan Sambil Olahraga
BACA JUGA:3 Tempat Wisata Paling Hits di Cirebon, Cocok buat Libur Sekolah
Bahkan ketika investasi properti atau logam mulia pun imbal hasilnya tidak akan sebesar itu.
Namun, karena mindset sebagian besar masyarakat ingin mendapatkan keuntungan yang instan, mudah, tanpa kerja keras, dan tergiur dg flexing pelaku, maka dampaknya banyak masyarakat yang terjebak pada penipuan berkedok investasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


