Ini Visi Misi Calon Sekda Kuningan, Dipaparkan Saat Proses Seleksi
Salah satu peserta seleksai calon sekda A Taufik Rohman, memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyelesaikan tahap wawancara, Jumat (24/10).Salah satu peserta seleksai calon sekda A Taufik Rohman, memberikan keterangan kepada wartawan setelah meny-Agus Sugiarto-Radar Kuningan
Menurut Taufik, konsep Birokrasi JUARA berlandaskan pada lima pilar utama. Huruf “J” mencerminkan pentingnya pengelolaan anggaran yang terukur dan seimbang dengan pendapatan asli daerah.
Kemudian “U” menekankan pada akurasi dalam penilaian serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sistem merit.
Selanjutnya, “A” berarti birokrasi harus akurat dalam perencanaan dan pelaksanaan, sedangkan “R” menandakan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:3 Tempat Wisata Paling Hits di Kuningan, Nomor 1 Paling Dekat dari Cirebon, Nomor 2 Melegenda
Pilar terakhir, “A”, melambangkan akuntabilitas dalam setiap proses pelaporan dan pelaksanaan program.
“Pemerintah itu hakikatnya harus melayani masyarakat, bukan dilayani. Dengan birokrasi yang akurat, responsif, dan akuntabel, kita bisa mewujudkan pemerintahan yang berintegritas dan efektif,” ujar Taufik usai mengikuti sesi presentasi.
Ia menambahkan bahwa konsep tersebut menjadi pondasi dalam membangun birokrasi yang kuat dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Kabupaten Kuningan untuk menjadi daerah yang maju, berdaya, berkelanjutan, religius, dan tangguh.
Lebih lanjut, Taufik juga menyoroti beberapa isu aktual, termasuk persoalan bantuan ternak yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bantuan berupa sapi, kambing, dan ayam yang bersumber dari APBD disalurkan melalui kelompok peternak dan menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan dan Peternakan.
Namun, terdapat juga bantuan bersifat darurat (BTT) yang diberikan melalui koordinasi dengan BPBD.
Bantuan tersebut muncul sebagai respon atas kejadian hewan ternak warga yang dimangsa predator liar, diduga macan tutul, di wilayah Kecamatan Dharma dan Hantara.
“Kejadian itu termasuk situasi darurat, sehingga kami bersama BPBD mengajukan bantuan bagi warga terdampak. Setelah penyaluran dilakukan, kami memastikan kondisi ternak sehat dan produktif. Kami juga sudah menyurati pemerintah desa dan kecamatan agar memperketat jarak antar kandang untuk menghindari serangan hewan buas di kemudian hari,” jelasnya.
Taufik pun berharap, seleksi melalui sistem Manajemen Talenta ini dapat segera menghasilkan sekda definitif yang mampu bekerja sinergis dengan bupati serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kuningan, termasuk DPRD.
"Sekda memiliki peran sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan. Maka siapapun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi mitra kerja yang solid bagi Bupati dan semua stakeholder,” tegasnya.
Ia juga menilai, seluruh peserta seleksi memiliki kemampuan dan rekam jejak yang baik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


