Daya Motor

Geger! Lebih dari 150 Ikan Dewa Ikon Kuningan Mati Massal di Balong Girang

Geger! Lebih dari 150 Ikan Dewa Ikon Kuningan Mati Massal di Balong Girang

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengecek langsung informasi ikan desa di objek wisata Balong Girang, yang mengalami mati mendadak. -Istimewa -Radar Cirebon

RADARCIREBON.COM – Warga Kabupaten Kuningan dibuat geger oleh kabar kematian ratusan ikan dewa di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur. 

Ikan yang selama ini dikenal sebagai ikan keramat sekaligus ikon daerah tersebut, dilaporkan mati secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini pertama kali terpantau sejak awal pekan lalu. Awalnya, jumlah ikan yang mati hanya puluhan ekor. 

Namun dalam waktu singkat, angka tersebut melonjak tajam hingga menembus lebih dari 150 ekor. Kondisi ini pun memantik perhatian serius pemerintah daerah.

BACA JUGA:Cap Go Meh 2026 di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon Berpotensi Digelar Sederhana

BACA JUGA:Perdana, 1.501 Paket MBG Dibagikan di SMPN 1 Kota Cirebon untuk Siswa dan Guru

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke lokasi pada Senin (2/2) untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan cepat. 

Di hadapan petugas dan warga, Bupati mengaku prihatin karena peristiwa serupa belum pernah terjadi sebelumnya.

“Baru saja saya cek, jumlah ikan yang mati sudah di atas 150 ekor sejak hari Rabu. Ini persoalan serius dan sangat memprihatinkan,” ujar Bupati Dian.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kuningan, Denny Rianto, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan penyakit yang menyerang ikan dewa. 

BACA JUGA:Kasus Korupsi Gedung Setda Cirebon Jalan di Tempat? Kuasa Hukum Singgung Peluang Azis Bebas

BACA JUGA:Laporan Palsu hingga Urusan Sepele, Damkar Minta Masyarakat Bijak Gunakan Layanan Darurat

Sejumlah ciri fisik ditemukan pada ikan yang mati, di antaranya perubahan warna mulut menjadi putih, adanya parasit berupa cacing, serta indikasi stres akibat perubahan suhu air yang cukup ekstrem.

Selain faktor penyakit, kondisi lingkungan kolam Balong Girang juga menjadi perhatian tim teknis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait