Curah Hujan Tinggi, Rumah Ambruk dan Tanah Longsor Terjadi di Kuningan
Tim assessment BPBD Kuningan meninjau tanah longsor di Desa Margacina, Kabupaten Kuningan.-BPBD Kuningan for Radar Cirebon -
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, menyebabkan bencana tanah longsor dan rumah ambruk di Kabupaten KUNINGAN.
Bencana tanah longsor terjadi di Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan. Dalam musibah ini, akses jalan desa menjadi tertutup.
Musibah lainnya akibat hujan yang turun selama berjam-jam, menyebabkan satu unit rumah milik warga di Kelurahan Purwawinangun ambruk.
Kejadian tersebut meninggalkan duka bagi Ida Suidah (62). Bagian kamar tidur milik warga lanjut usia itu dilaporkan ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga malam.
BACA JUGA:Sengketa Air Gunung Ciremai: Warga Cikalahang Menuntut Hak, PDAM Paparkan Data Resmi
BACA JUGA:Dituding Picu Krisis Air, PDAM Tirta Kamuning Ungkap Data Resmi Pemanfaatan Air Gunung Ciremai
"Struktur atap rumah yang sudah lapuk tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk. Bagian kamar tidur dan dapur dengan ukuran sekitar 5 x 4 meter runtuh,” ungkap Indra, dalam keterangan persnya, Jumat 23 Januari 2026.
Beruntung, dalam musibah rumah ambruk tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, dampak kerusakan cukup memprihatinkan.
Rumah yang ditempati Ida Suidah itu, kini tidak layak huni. Lebih mengkhawatirkan, ambruknya bangunan tersebut turut mengancam rumah anaknya, Didi Rodiana (42), yang berada dalam satu atap dan dihuni lima jiwa.
"Ambruknya kamar milik ibu Ida menyebabkan atap rumah anaknya ikut terancam, mengingat kondisi bangunan yang saling menyatu dan material yang sudah lapuk,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, Ida Suidah terpaksa mengungsi sementara ke rumah anaknya, meski bangunan tersebut juga berada dalam kondisi rawan.
BACA JUGA:Pipa Air Ilegal di Ciremai Jadi Isu Krusial, Bupati Dian Justru Minta Ketegasan Pusat
BACA JUGA:Terungkap Fakta Mengejutkan Mata Air Gunung Ciremai: Mayoritas Pemanfaat Tak Berizin
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

