Daya Motor

Forum Mitra MBG Datangi DPRD, Klaim Dongkrak Ekonomi Kerakyatan di Kuningan

Forum Mitra MBG Datangi DPRD, Klaim Dongkrak Ekonomi Kerakyatan di Kuningan

Forum Mitra MBG Kuningan melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Kuningan, Senin 29 Juni 2026. -Agus Sugiarto-

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan dinilai memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Program nasional tersebut juga diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan petani, peternak, pedagang, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Forum Mitra MBG Kuningan, H. Udin Kusnedi, usai melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Kuningan, Senin 29 Juni 2026.

BACA JUGA:Suplier MBG dari BUMDes Hanya 1,6 Persen, Koperasi 6,9 Persen

Dalam pertemuan tersebut, Forum Mitra MBG menyampaikan berbagai potensi ekonomi yang dapat muncul dari pelaksanaan program sekaligus memberikan penjelasan terkait sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Udin, kehadiran Forum Mitra MBG ke Gedung DPRD Kabupaten Kuningan bukan untuk menanggapi kelompok tertentu yang sebelumnya menyampaikan kritik atau penolakan terhadap program tersebut.

Audiensi dilakukan sebagai bentuk penyampaian informasi mengenai manfaat yang berpotensi dirasakan masyarakat apabila program berjalan sesuai tujuan.

Ia menegaskan, DPRD sebagai representasi masyarakat memiliki peran penting untuk mengetahui secara utuh dampak dan manfaat program yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.

“Kami datang bukan untuk menjadi tandingan kelompok mana pun. Kami ingin menjelaskan bahwa Program MBG memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Udin.

BACA JUGA:Dr Hamdi: Kader PKB Harus Jadi Corong Informasi yang Benar Soal MBG dan KDMP

Dalam pemaparannya, Udin menjelaskan bahwa Kabupaten Kuningan diproyeksikan memiliki sekitar 173 dapur MBG yang akan beroperasi di berbagai wilayah.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya skala program yang akan dijalankan di daerah.

Apabila setiap dapur membutuhkan rata-rata 350 kilogram bahan pangan setiap hari, maka total kebutuhan komoditas yang harus tersedia mencapai sekitar 60.550 kilogram atau lebih dari 60 ton per hari.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar tersebut membuka peluang ekonomi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase