Virus Nipah Merebak di India dan ASEAN, BPOM Siapkan Langkah Antisipasi
Logo BPOM--
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuk dan penyebaran virus Nipah ke wilayah Indonesia.
Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul merebaknya virus tersebut di India dan sejumlah negara di kawasan ASEAN, yang dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, pihaknya terus memantau perkembangan virus Nipah yang saat ini dilaporkan menyebar di beberapa negara. Ia menegaskan, virus tersebut patut diwaspadai karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Pemkot Cirebon dan BBPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Distribusi Obat
“Kita mengkhawatirkan virus Nipah. Kita tahu virus ini sedang menyebar di India dan beberapa negara ASEAN,” kata Taruna Ikrar, Jumat 6 Februari 2026.
Menurutnya, kekhawatiran terbesar muncul apabila virus Nipah telah mengalami penularan dari manusia ke manusia.
Jika kondisi ini terjadi secara masif, maka penyebaran virus berpotensi semakin cepat dan sulit dikendalikan.
Taruna Ikrar bahkan menyebut, virus Nipah dapat menjadi ancaman pandemi baru, serupa dengan pandemi Covid-19 yang pernah melanda dunia beberapa tahun lalu.
Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat angka kematian akibat virus Nipah berkisar antara 40 hingga 70 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan banyak penyakit menular lainnya.
Virus Nipah sendiri diketahui merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Vektor utama virus ini adalah kelelawar pemakan buah.
Buah yang telah terkontaminasi virus, kemudian dikonsumsi manusia, menjadi salah satu jalur penularan yang paling umum.
“Virus ini ditularkan oleh kelelawar pemakan buah. Buah yang sudah terpapar kemudian dikonsumsi manusia dan virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh,” jelas Taruna Ikrar.
BACA JUGA:Lagi, BPOM Cabut Izin Edar Produk Kosmetik, Nih Daftarnya
Selain melalui hewan ke manusia, terdapat pula temuan ilmiah yang menunjukkan kemungkinan penularan antar manusia, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur.
Fakta ini semakin memperkuat urgensi kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah secara luas.
Menyikapi potensi ancaman tersebut, BPOM telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan mempermudah regulasi dan percepatan perizinan obat-obatan antivirus, guna memastikan kesiapan jika terjadi peningkatan kasus di dalam negeri.
Di sisi lain, BPOM juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Menurut BPOM, langkah pencegahan paling mendasar dimulai dari kesadaran individu dalam menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
“Langkah ini paling dasar yang harus dijalankan masyarakat. Kita sudah punya pengalaman pandemi Covid-19, dan protapnya kurang lebih mirip dengan itu,” ujarnya.
BACA JUGA:BPOM Cabut Izin Edar 34 Produk Kosmetik dan Skincare, Berikut Daftarnya
Tak hanya fokus pada masyarakat, BPOM juga mendorong keterlibatan aktif instansi terkait, khususnya yang bertugas menjaga wilayah perbatasan dan pintu-pintu masuk Indonesia.
Optimalisasi skrining kesehatan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat dinilai sangat penting untuk mencegah masuknya virus Nipah ke tanah air.
Dengan langkah antisipasi yang terkoordinasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, BPOM berharap Indonesia dapat meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya virus Nipah. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

