Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)
Azrul Ananda bersama John Moon di Kansas.-Foto: Dok. pribadi-RADARCIREBON.COM
Kedua, pelajaran dari bapak-ibu angkat di rumah dan kantor koran tempat mereka bekerja. Saya benar-benar beruntung dapat keluarga angkat di lingkungan pendidikan (plus media). Saya seperti dapat kelas 24 jam sehari. Untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris, John memaksa saya secara berkala menulis di korannya. Temanya bebas terserah saya, yang penting ada kaitan dengan Indonesia.
BACA JUGA:Jangan Asal Stok! Ini Cara Riset Produk yang Banyak Dicari di Marketplace
Keluarga itu bahasa Inggrisnya sangat proper. Istilahnya "standard English". Jadi saya jauh dari kata-kata kotor, he he he. Setiap kata kotor ada penggantinya yang sopan. "F*ck" jadi "Fudge". "Sh*t" jadi "Shoot". Dan lain-lain. Kansas memang proper santunnya. Makanya Superman, sebagai anak Kansas, di film juga tidak pernah berbahasa kotor.
***
Jadilah saya siswa kelas 11 di Ellinwood High School. Benar-benar lompat setahun. Teman-teman sekelas saya rata-rata lebih senior setahun.
Kelas-kelas lain yang saya ambil antara lain Matematika, Entrepreneurship (mengelola toko sekolah), Biologi, Keyboarding (mata pelajaran wajib waktu itu, mengetik sepuluh jari), Sejarah, serta yang lain.
BACA JUGA:Pasien Flu Melonjak di Kuningan, RSUD 45 Full Bed dan Kunjungan Puskesmas Naik hingga 130 Orang
Ekstrakurikuler saya terwakili di kelas Jurnalistik. Kelas itu memang menerbitkan satu halaman koran setiap hari Rabu, menempel di koran Ellinwood Leader milik John dan Chris. Selama sepanjang tahun, kelas itu juga menyusun Yearbookyang kemudian diterbitkan di akhir tahun ajaran.
Di negara bagian Kansas, tim jurnalistik Ellinwood termasuk yang terbaik. John telah berkali-kali mengantarkan timnya meraih penghargaan All-American (terbaik se-Amerika).

Azrul Ananda di koran sekolah di Kansas.-Foto: Dok. pribadi-Radarcirebon.com
Karena English saya masih terbatas, tugas utama saya adalah fotografer sekaligus layouter. Termasuk bertanggung jawab atas ruang gelap kala itu (tempat cuci cetak film zaman dulu).
Pemimpin redaksi dipilih yang sudah kelas 12/senior, dan harus sudah berusia 18 tahun. Alasannya, supaya dia bisa digugat secara hukum kalau produk jurnalistiknya membuat kesalahan.
BACA JUGA:Tak Banyak yang Punya, 6 Tanaman Hias Langka Ini Unik, Eksotis, Sulit Dirawat, dan Dibanderol Mahal
Untuk olahraga, saya sebenarnya ikut tim lari cross countrydi musim gugur. Juga pernah ikut latihan tim (American) football sebagai kicker. Tapi tidak aktif bertanding.
Pertama, karena memang kalah kemampuan (he he he). Kedua, saya lebih berfungsi sebagai fotografer dan peliput untuk koran sekolah. Saya lebih fokus dan enjoy di tim jurnalistik, yang tugasnya memang banyak dan tidak kenal waktu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

