Vaksinasi Cirebon Tertinggi Kedua, Dosis Kedua Jabar Diperkirakan Datang Agustus

Vaksinasi Cirebon Tertinggi Kedua, Dosis Kedua Jabar Diperkirakan Datang Agustus

BANDUNG – Pelaksanaan vaksinasi di Kota Cirebon sudah dilakukan secara maksimal kurang lebih satu bulan terakhir. Bahkan terus meningkat setiap harinya, khususnya untuk masyarakat umum dan rentan. Hal tersebut ditandai dengan adanya korelasi antara kasus kematian dan vaksinasi di Kota Cirebon.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 dan di antaranya adalah cakupan vaksinasi yang ada di Jawa Barat. Dalam pemaparannya, Kang Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- mengungkapkan bahwa Kota Cirebon dan Kota Bandung mengalami cakupan vaksinasi yang tinggi dan berkorelasi dengan kematian yang rendah.

“Vaksinasi Kota Cirebon dan Kota Bandung sangat tinggi. Itu berdampak pada angka kasus kematian yang kecil. Untuk vaksinasi di Kota Bandung mencapai kisaran 35-38% dengan angka kematian di bawah 0,5%. Serta untuk Kota Cirebon di kisaran 30-33% dengan angka kematian di bawah 1%,” ujar Emil.

Hal ini bisa dikatakan, PPKM Darurat cukup berhasil, karena pada 11 Juli cukup tinggi kematian dengan 269 sehari. Dan pada 20 Juli 2021, terdapat 70 kematian. Kasus kematian Covid-19 ini, kebanyakan karena komorbid tertinggi yakni, hipertensi, diabetes dan jantung.

“Jadi ini ada korelasinya. Vaksinasi rendah, persentase kematiannya tinggi. Kota Cirebon dan Kota Bandung yang vaksinasinya tinggi, kematiannya rendah,” papar gubernur.

Selain itu, terdapat daerah-daerah dengan cakupan vaksinasi rendah dan kematian tinggi adalah Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Indramayu dan Kota Tasikmalaya.

Dalam konferensi pers tersebut juga, Ridwan Kamil sempat menyampaikan bahwa stok vaksin dosis kedua di Jawa Barat habis dan pasokan baru akan ditambah pemerintah pusat pada Agustus mendatang. Dia mencatat dari jatah vaksin yang ada di provinsinya tersisa 26 persen yang akan digeser untuk kebutuhan vaksin dosis pertama.

“Vaksin dosis kedua akan datang bulan Agustus. Sekarang masih kosong, pusat baru datang bulan Agustus,” katanya dalam jumpa pers daring di Bandung, Rabu (21/7).

Pihaknya menggeser 26 persen vaksin dosis kedua untuk dosis pertama sendiri disertai alasan untuk memperluas cakupan warga yang divaksin.

“Yang 26 persen tidak untuk dosis kedua tapi untuk memperluas wilayah vaksin, saya instruksikan di sekolah dan vaksin keliling untuk meningkatkan persentase,” kata Kang Emil.

Ia menilai dari sisi vaksinasi harian sebetulnya sudah lebih tinggi dibanding provinsi lain, namun karena jumlah penduduk yang sangat besar maka target tersebut tampak masih besar. “Dari 9 juta vaksin yang dijatahkan pemerintah, Jawa Barat 74 persen sudah selesai, kemudian banyak yang minta vaksin lagi tapi masih kosong,” tuturnya.

Menurutnya dengan penduduk 50 juta jiwa maka pihaknya masih perlu kerja keras memperluas wilayah cakupan vaksinasi. “Memang masih perlu kerja keras tapi jatahnya dari pusat segitu, kita baru menghasilkan sekian,” tutup Kang Emil. (jerrell)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: