Lawan ISIS-K, AS Kemungkinan Gandeng Taliban

Lawan ISIS-K, AS Kemungkinan Gandeng Taliban

AMERIKA Serikat (AS) menyatakan tidak mengesampingkan bekerja sama dengan Taliban melawan kelompok teroris Daesh/ISIS di Afghanistan setelah menarik diri dari negara yang dilanda perang itu. Pada saat konferensi pers, Rabu (1/9) waktu setempat, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Mark Milley ditanya soal kemungkinan AS akan bekerja sama dengan Taliban melawan kelompok teror Daesh/ISIS-K.

\"(Kerja sama) itu mungkin,\" kata dia.

Pengakuan itu merupakan perkembangan besar bagi AS, yang telah berperang dengan Taliban selama dua dekade dalam konflik terpanjang Washington.

Daesh/ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri pada 23 Agustus di luar bandara internasional Kabul yang merenggut nyawa hampir 170 warga Afghanistan dan 13 anggota militer AS.

Serangan mengerikan itu terjadi saat warga Afghanistan berbondong-bondong ke Bandara Hamid Karzai secara massal pada hari-hari terakhir upaya evakuasi AS.

Terkait kolaborasi dengan Taliban melawan Daesh/ISIS-K, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan dirinya tidak ingin membuat prediksi apa pun.

\"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan kami tetap fokus pada ISIS-K, memahami jaringan itu,\" tutur dia seperti dilansir berita Politik RMOLJabar, Kamis (2/9).

Austin dijadwalkan melakukan perjalanan ke Teluk Arab minggu depan dan dia mengatakan perjalanan itu akan fokus pada ucapan terima kasih kepada mitra regional yang telah melakukan begitu banyak bantuan untuk menyelamatkan dan melindungi warga sipil Afghanistan.

\"Kami tidak akan mengalihkan pandangan kami dari bola. Dan itu berarti upaya kontraterorisme tanpa henti terhadap ancaman apa pun terhadap rakyat Amerika dari mana pun,\" tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: