Pandemi Covid-19, Pernikahan Anak Sangat Tinggi Naik 300 Persen

Pandemi Covid-19, Pernikahan Anak Sangat Tinggi Naik 300 Persen

KASUS pernikahan anak mengalami peningkatan drastis di sejumlah daerah sejak pandemi Covid-19. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, pernikahan anak naik hampir 300 persen pada 2020 atau sejak Covid-19 mewabah di Tanah Air.

Pada 2019 terdapat 23.126 kasus pernikahan anak, kemudian pada 2020 jumlahnya naik menjadi 64.211 kasus.

Tren pernikahan anak berlanjut pada 2021. Di Papua, Pemda Merauke mencatat lebih dari 100 pasangan anak menikah.

Kenaikan angka pernikahan anak di Merauke diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Merauke, Olvi Mandala.

“Sejak Januari sampai pertengahan bulan ini, jumlah pernikahan dini lebih dari 100 orang. Jadi di masa pandemi saat ini, justru pernikahan dini sangat tinggi,” ucap Olvi.

Olvi menjelaskan kasus pernikahan dini terungkap ketika KUA melakukan pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Merauke.

KUA meminta pendapat terkait banyaknya pasangan yang datang ke KUA meminta dinikahkan, namun masih di bawah umur.

“Rekomendasi kami sangat jelas, kalau umur belum genap 19 tahun, kami tidak bisa rekomendasi untuk dinikahkan,” katanya.

Penyebab Pernikahan Anak Melonjak

Olvi Mandala menilai penyebab terjadinya pernikahan anak ini diantaranya, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak.

“Sekarang orang tua lebih disibukan dengan HP. Bapak ibu main HP, anak juga main HP sendiri. Saat tidur, orang tua tidak pernah mengecek anak apakah sudah tidur atau justru main HP,” jelas Olvi.

Selain kurangnya pengawasan orang tua, penyebab lainnya adalah perkembangan teknologi khususnya dengan adanya HP Android saat ini.

“Dengan HP android, semua anak dengan leluasa mengakses informasi maupun video-video orang dewasa,” jelasnya.

Olvi Mandala menyebut, pernikahan anak di masa pandemi ini terjadi di Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik.

Karena itu, jelas Olvi Mandala, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi di ketiga distrik tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: