Petinju Pacquiao Nyapres, Janji Mengatasi Kemiskinan dan Korupsi

Petinju Pacquiao Nyapres, Janji Mengatasi Kemiskinan dan Korupsi

FILIPINA – Tinju masih dia geluti. Politik juga dia teruskan. Manny Pacquiao, petinju kebanggaan Filipina, menyatakan diri maju dalam pemilihan umum presiden di negaranya yang bakal dihelat tahun depan.

Dia diusung faksi PDP-Laban. Belum diungkap siapa yang mendampinginya sebagai wakil.

”Saya seorang petarung dan saya akan selalu bertarung, baik di dalam maupun di luar ring,” ujar pria 42 tahun itu dalam pidatonya seperti dikutip AFP.

Partai PDP-Laban saat ini terbelah menjadi dua faksi. Satu mengusung Pacquiao. Faksi lainnya beberapa pekan lalu sudah mencalonkan Rodrigo Duterte sebagai wakil presiden (wapres) dan senator Christopher Lawrence ”Bong” Go sebagai kandidat presiden.

Berdasar konstitusi di Filipina, Duterte tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden. Karena itulah, dia mau diusung sebagai wapres dengan catatan sosok yang menjadi presiden adalah orang dekatnya yang tidak akan menentangnya.

Namun, Bong menolak pencalonan tersebut dan Duterte belum menemukan gantinya. Ada dugaan bahwa putri Duterte, Sara Duterte-Carpio, akan menggantikan posisi Bong. Sara selama ini memiliki basis pendukung yang besar dan popularitasnya cukup tinggi.

Duterte harus tetap menjabat sebagai pejabat negara jika tidak ingin masuk penjara. Dia kini diselidiki Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan terhadap kemanusiaan lewat perang narkoba yang diluncurkannya. Saat ini dia bisa mengelak karena menjabat presiden. Jika menjadi orang nomor satu di Filipina, Sara diyakini bisa melindungi ayahnya.

Di pihak lain, Pacquiao memiliki popularitas yang juga mumpuni. Dia mengoleksi banyak gelar dari ring tinju. Petinju berjuluk PacMan itu antara lain berhasil mengalahkan Oscar de la Hoya, Ricky Hatton, Miguel Cotto, Erik Morales, dan Marco Antonio Barrera.

Kisahnya yang bangkit dari kemiskinan menuju kejayaan juga menginspirasi banyak pihak. Namun, dia juga kerap menuai banyak kritik karena mendukung perang narkoba Duterte yang merenggut hingga puluhan ribu nyawa. Sebagai penganut Katolik taat, Pacquiao juga menentang aborsi, perceraian, dan homoseksual. Dia menyamakan pasangan gay seperti binatang. Hal itu membuat sebagian orang membencinya. Gara-gara pernyataan itu pula kesepakatan dengan Nike dibatalkan.

Pacquiao sudah mengumbar janji manis. Dia berjanji mengatasi kemiskinan dan korupsi yang merajalela di negaranya. Di negara yang dikenal kerap terobsesi dengan para selebriti, ambisi Pacquiao sebagai presiden bukanlah hal yang tidak masuk akal.

”Saya merasakan apa yang Anda semua rasakan. Saya tahu penderitaan yang Anda alami dan saya tahu Anda semua lelah,” ujar pria yang sudah dua periode menjabat anggota Kongres Filipina tersebut.

Beberapa kritikus mempertanyakan kemampuan Pacquiao memimpin Filipina. Pacquiao putus sekolah di usia muda dan dirasa kurang cerdas. Dia juga kerap tidak menunjukkan batang hidungnya ketika masih menjadi anggota senat.

Dulu Pacquiao putus sekolah di usia 14 tahun. Untuk menghidupi ibu dan dua adiknya, dia berjualan donat di pinggir jalan serta menjadi kuli panggul.

Tapi, dalam beberapa tahun dia menjadi terkenal di dunia tinju. Kini dia bermain film, menerima endorse berbagai macam produk mulai pizza hingga mobil, serta memiliki liga basket profesional. Pacquiao juga memiliki cryptocurrency sendiri yang dinamakan PAC Token.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: