Usai Dikunjungi Jokowi, Sungai Selo Pengantin Desa Bandengan Mundu Segera Dinormalisasi

Usai Dikunjungi Jokowi, Sungai Selo Pengantin Desa Bandengan Mundu Segera Dinormalisasi

Penandatanganan kontrak kerjasama normalisasi sungai Desa Bandengan antar BBWS Cimancis dengan CV Sokajaya Utama sebagai kontraktor dan PT Sri Agung Jaya sebagai supervisi di Aula MBH BBWS, Kamis 18 Agustus 2022.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

Radarcirebon.com, CIREBON - Normalisasi dan pembangunan pengaman muara sungai di kampung nelayan Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mulai digarap Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis).

Dimulainya pelaksanaan proyek tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak kerjasama dengan CV Sokajaya Utama sebagai kontraktor dan PT Sri Agung Jaya sebagai supervisi di Aula MBH BBWS, Kamis 18 Agustus 2022.

Proyek tersebut merupakan tindaklanjut arahan Presiden Jokowi saat berkunjung ke kampung nelayan Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon pada 13 April 2022 lalu.

BACA JUGA:Midea Indonesia Resmi Meluncurkan Lini Produk AC Terbaru di Indonesia

"Pembangunan proyek miliaran rupiah itu telah melalui berbagai tahap. Mulai dari survei lokasi, lelang proyek, hingga penentuan pemenang tender.”

“Semuanya dilakukan secara tepat terbuka dan tepat waktu. Adapun anggaran pengerjaan proyeknya senilai Rp5.310.550.000. Sedangkan anggaran supervisi senilai Rp415.584.000," ungkap Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, DR Ismail Widadi ditemui radarcirebon.com usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama tersebut.

Dijelaskan Ismail, panjang proyek yang dikerjakan sepanjang 800 meter pada sisi panjang. Sedangkan pada sisi pendek 500 sampai 600 meter.

"Proyek ini ditargetkan selesai dalam tenggat waktu 136 hari kerja terhitung sejak 18 Agustus 2022 sampai 31 Desember 2022.”

BACA JUGA:Kinerja Agen BRILink Makin Moncer, Raup Fee Based Income Rp.702,7 miliar

“Tapi saya berharap ini bisa selesai lebih cepat. Saya menuntut tidak hanya tepat waktu, tapi harus lebih cepat. Kalau bisa, sebelum Desember sudah selesai. Agar tahun baru sudah bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," jelasnya.

Menurutnya, CV Sokajaya Utama -kantor pusat di Kota Banjar- terpilih sebagai pemenang tender. Kontrak kedua, yaitu supervisi pembangunan pengaman muara Sungai Mundu dilakukan PT Sri Agung Jaya.

"Selain normalisasi, proyek tersebut meliputi beberapa pekerjaan lain. Yakni penguatan tanggul, perbaikan bangunan lama, landscaping, penataan drainase dari pemukiman dan beberapa kegiatan pendukung lain,"ujarnya.

BACA JUGA:Siapa Bella Graceva, Pengganti Amanda Manopo Sebagai Pasangan Arya Saloka di Sinetron?

Ismail memaparkan, ada beberapa kategori sungai masuk sebagai kategori prioritas perbaikan.

"Pertama dari instruksi presiden, kedua suara rakyat atau Komisi V DPR yang menjadi mitra kami di kementerian. Ketiga, dari Kementerian PUPR," paparnya.

Ismail memastikan selama proyek berlangsung tidak menghambat aktivitas nelayan Desa Bandengan.

"Perahu-perahu nelayan tetap bisa lalu lalang. Meski bakal ada sedikit penyesuaian. Pengerjaannya sudah berkordinasi dengan warga. Karena ini juga atas usulan warga yang minta kepada Presiden Jokowi untuk dilakukan normalisasi. Sehingga warga sudah siap dengan adanya pekerjaan di daerah itu," ucapnya.

BACA JUGA:Ibu Muda Meninggal Usai Balap Karung Sudah Diperingatkan Suami, 2 Bulan Lalu Baru Melahirkan

Ia menambahkan, pengerjaan proyek kontruksi hingga tanggul di sisi kiri dan kanan menggunakan material baru.

"Tapi kita juga menggunakan material yang ada di BBWS. Sehingga tidak semuanya material baru yang digunakan,"imbuhnya.

Di tempat yang sama, Yudi Hardianto selaku Wakil Direktur CV Sokajaya Utama mengatakan, dalam mengerjakan proyek bakal mentaati seluruh peraturan yang berlaku.

"Kami komitmen akan mentaati segala peraturan yang berlaku dan akan melaksanakan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu,"katanya.

BACA JUGA:Muncul Dokumen Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, Benarkah Bisnis Gelap Ini yang Dijalankan?

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja dan beraudiensi dengan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selo Pengantin Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu lalu 13 April 2022.

Dua topik permasalahan yang menjadi curahan hati (curhat) para nelayan Desa Bandengan yang disampaikan kepada Presiden Jokowi yakni terkait pendangkalan sungai tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan, serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. (rdh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: