Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh Tidak Hadir karena Berhalangan

Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh Tidak Hadir karena Berhalangan

Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon tidak dihadiri Sultan Sepuh XV, PRA Lukman Zulkaedin.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang merupakan puncak dari rangkaian tradisi muludan, namun Sultan Sepuh XV PRA Lukman Zulkaedin tidak hadir.

Karena Sultan Sepuh tidak hadir, prosesi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon dipimpin oleh Patih Sepuh, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat.

Pangeran Gugum, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Sultan Sepuh XV tidak hadir di prosesi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, karena yang bersangkutan berhalangan.

Namun, Patih Sepuh tidak mengungkapkan secara detil terkait berhalangan tersebut. Apakah karena sakit atau faktor penyebab lainnya.

BACA JUGA:CCC Gowes Bareng To Oemah Carkonah, Cirebon-Pekalongan

BACA JUGA:Iqbal Gwijangge Dipastikan Tidak Main Saat Lawan Malaysia, Siapakah Penggantinya?

Sultan Sepuh berhalangan hadir, sehingga kami mewakili," kata Patih Sepuh, kepada radarcirebon.com, Sabtu malam, 8, Oktober 2022.

Kendati demikian, Patih Sepuh bersyukur karena rangkaian acara Panjang Jimat berlangsung dengan lancar dan tidak ada kendala apapun.

Dia menegaskan bahwa, ketidakhadiran Sultan Sepuh dalam acara rutin tahunan Keraton Kasepuhan Cirebon bukan menjadi halangan digelarnya acara sakral Panjang Jimat.

"Acara tradisi ini harus tetap dilaksanakan, meski tidak adanya kehadiran Sultan Sepuh yang berhalangan hadir," tegasnya.

BACA JUGA:Sakit Hati, BD Habisi Nyawa Majikannya Saat Sedang Tidur

BACA JUGA:Banjir dan Tanah Longsor Sebabkan Dua Desa Di Lereng Semeru Terisolasi

Dalam acara tersebut seluruh perangkat upacara panjang jimat terlihat tertata di bangsal Panembahan, Prabayaksa dan Pringgandani Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu malam 8 Oktober 2022.

Perangkat dalam upacara itu terdiri dari lilin, air mawar, panjang (tabsi yang berisi nasi Rosul), guci, empat buah baki serta tumpeng jeneng dan nasi uduk. Seluruh perangkat itu memiliki makna tersendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: