Yamaha 2022-09

Konflik Keluarga Keraton Kasepuhan Makin Panas, Pertemuan Deadlock, Keraton Akan Digembok

Konflik Keluarga Keraton Kasepuhan Makin Panas, Pertemuan Deadlock, Keraton Akan Digembok

Walikota Cirebon H Nashrudin Azis ditemui radarcirebon.com usai pertemuan di Balaikota Cirebon, Kamis (24/11/2022).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Konflik Keluarga Keraton Kasepuhan makin panas. Pertemuan kedua belah pihak berakhir deadlock.

Pertemuan keluarga Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin dengan Sultan Aloeda 2 Rahardjo Djali yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon hari ini, Kamis 24 November 2022.

Sayangnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan untuk mengakhiri konflik. Justru sebaliknya, konflik keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon malah makin panas.

Walikota Cirebon H Nashrudin Azis yang ditemui radarcirebon.com usai pertemuan mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Keraton Kasepuhan.

"Kami Pemkot Cirebon bersama forkopimda terus berupaya agar konflik di Keraton Kasepuhan ini cepat selesai,"katanya.

BACA JUGA:Pertemuan Trah Keraton Kasepuhan Deadlock, Rahardjo Djali: Tidak Ada Hasilnya!

BACA JUGA:Pernikahan Ibu yang Buang Bayi di Majalengka, Simak Doa Menyentuh AKBP Edwin

Terkait adanya rencana penggembokan atau penutupan paksa Keraton Kasepuhan oleh Sultan Aloeda 2 Rahardjo Djali, Walikota berharap hal tersebut tidak dilakukan.

"Saya berharap sih untuk tidak dilakukan penggembokan, supaya fungsi Keraton Kasepuhan sebagai salah satu wisata budaya religi itu masih bisa berjalan gitu. Nah, kalau ada persoalan, ya harus terus kita selesaikanlah,"ujarnya.

Azis menegaskan, Pemkot Cirebon tidak ada rencana untuk mengambil alih pengelolaan Keraton Kasepuhan selama terjadinya konflik intern keluarga keraton.

"Belum, belum terpikirkan ke sana ya. Walaupun ada usulan Keraton Kasepuhan diambil alih oleh Pemkot. Intinya Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak ingin masuk terlalu dalam konflik intern di Keraton Kasepuhan,"tegasnya.

Azis memastikan, Pemkot Cirebon akan mengundang ulang kedua belah pihak dalam agenda pertemuan yang lain.

BACA JUGA:Update Kasus Penganiayaan Santri di Kuningan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

BACA JUGA:Tak Terima Dikritik Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hengky Choernia: Pintar Ngomong Doang!

Sumber: