Pemain Film Balada Si Roy Mampir ke Cirebon, Ini yang Dilakukan

Pemain Film Balada Si Roy Mampir ke Cirebon, Ini yang Dilakukan

Para pemain Film Balada Si Roy mampir ke Cirebon. -Jerrel-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemain dari Film Balada Si Roy mulai dari Abidzar Al-Ghifari, Jourdy Pranata, hingga Omara Esteghlal bertemu dan menyapa para penonton di XXI CSB Mall.

Film tersebut sendiri merupakan film besutan Sutradara Fajar Nugros yang mulai tayang sejak 19 Januari 2023 lalu. 

Seperti diketahui, film Balada Si Roy merupakan film keempat dari IDN Pictures yang diadaptasi dari novel karya Gol A Gong yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia dan ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis beberapa karya film ternama seperti "Laskar Pelangi" hingga "Ayat-Ayat Cinta". 

Dalam film ini, dikisahkan tentang petualangan Roy yang meliputi berbagai aspek kehidupan yang kompleks, mulai dari pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta dengan latar wajah masyarakat Indonesia di tahun 1980-an.

BACA JUGA:Ada Dua Lembaga Zakat di Kota Cirebon Belum Berizin, Stop Segala Aktivitas Pengelolaan Zakat

Tak hanya sekadar kisah cinta remaja, Balada Si Roy pun hadir dengan konfilk yang lebih kuat, baik personal, keluarga, maupun kondisi sosial. 

"Film Balada Si Roy ini film terkhusus buat anak muda yang sedang mencari pencarian rumah. Dalam artian rumahnya bukan sekadar bangunan, rumah bisa jadi rasa, teman, dan seekor binatang. Film ini intinya menceritakan tentang Roy yang sedang mencari rumah," ujar Abidzar Al-Ghifari kepada radarcirebon.com.

Terkait genre, Abidzar menyampaikan genre yang ditampilkan beragam dan bukan hanya berkaitan dengan persoalan remaja. Pasalnya ada sisi politik, hubungan anak dan ibu, percintaan masa sekolah, hingga mistis yang ditampilkan dalam film tersebut. "Paket komplit," lanjut Abidzar. 

Selama proses syuting pun, Abidzar dan pemeran lainnya mengalami beragam tantangan. Termasuk menghidupkan kembali era 80-an di masa era saat ini. Sehingga, pada saat beradu akting dengan pemain lainnya pun harus meresapi era-80an.

BACA JUGA:Peternak Lebah Klanceng Laporkan Dugaan Penipuan PT MBM ke Polres Cirebon Kota

"Ditambah di beberapa tema yang bukan mayor itu bisa dianggap isu yang lumayan riskan dan sensitif. Karena isu politik tadi itu mencerminkan situasi politik dulu. Dan bagaimana kita bisa memungkusnya agar tidak menyindir. Itu yang perlu riset," kata Abidzar.

"Apalagi Roy ini adalah simbol dari rakyat. Dan sekolahnya ini banyak yang ditindas. Nah di sini ada kritik sosialnya. Makanya bagaimana cara kita membungkus ini agar tidak jadi sindiran itu lumayan jadi kesulitan bagi aktor juga," timpal Omara. 

Selain itu, Abidzar pun menyampaikan hal yang paling berbeda dalam film Balada Si Roy ini adalah cerita tentang tahun 80-an yang bisa dirasakan Abidzar hampir 50-60 persen. Apalagi, Abidzar belum pernah merasakan dan belum tahu seperti apa era 80-an. 

"Akhirnya kesempatan ini, gua bisa merasakan hidup di era-80an. Mungkin 50-60 persennya bisa gua rasain," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: