Lapas Kesambi Sudah Over Kapasitas, Dihuni 906 Napi, 15 di Antaranya Terpidana Mati

Lapas Kesambi Sudah Over Kapasitas, Dihuni 906 Napi, 15 di Antaranya Terpidana Mati

Petugas merazia kamar tahanan di Lapas Kelas I Kesambi, Kota Cirebon, Kamis malam (16/3/2023). FOTO:-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com

“Sebetulnya masih kurang, tapi kita maksimalkan. Insya Allah dengan kesolidan, dengan manajemen pembagian tugas yang baik, Insya Allah bisa berjalan,” jelasnya.

Meski sudah over kapasitas, namun menurut Kadiyono, Lapas Kelas 1 Kesambi Cirebon, tetap menerima napi rujukan dari luar Jawa Barat.

“Memang dipersyaratkan menjadi ditempatkan di sini (Lapas Kelas 1 Kesambi Cirebon),” ujarnya.

BACA JUGA:SEJARAH KABUPATEN KUNINGAN yang Jarang Diketahui, Dijadikan Ibu Kota Kerajaan Sunda oleh Prabu Darmasiksa

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cirebon memang memiliki sejarah panjang. Lapas ini dihuni oleh para narapidana kelas kakap. 

Selain itu, Lapas yang berlokasi di Jalan Kesambi, Kota Cirebon ini, menyimpan banyak sejarah dari zaman kolonial Belanda.

Sejarah ini bukan hanya dapat dilihat dari bangunan yang tua peninggalan kolonial Belanda. 

Di dalam lapas juga terdapat lokasi yang merupakan kuburan massal para pribumi yang menjadi tahanan pasukan Belanda.

Kuburan massal itu berada tepat di samping posko jaga gerbang 3 Lapas kesambi. 

BACA JUGA:WARGA KUNINGAN Harus Tahu Maria Ulfah, Pahlawan Indonesia dan Anak Bupati Kuningan

Hingga sekarang masih terawat. Di tengah kuburan massal tersebut diberi tanda sebuah monumen berukuran kecil.

"Benar mas, ini adalah tempat kuburan massal sudah ada sejak jaman Belanda,” kata Yogi, komandan jaga di Lapas Kesambi Kota Cirebon. 

“Menurut keterangan dari para sipir maupun para senior saya sebelumnya, ini kuburan massal para pribumi yang meninggal entah disiksa hingga tewas atau dihukum mati oleh pihak kolonial Belanda," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: