Soal Fitnah, Ujaran Kebencian dan Kedengkian, Al Zaytun Keluarkan 6 Sikap

Soal Fitnah, Ujaran Kebencian dan Kedengkian, Al Zaytun Keluarkan 6 Sikap

6 sikap dari Mahad Al Zaytun menyikapi fitnah dan ujaran kebencian disampaikan melalui tulisan Datuk MYR Agung Sidayu. -Dok Pribadi-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Ada unggahan menarik dari Datuk MYR Agung Sidayu soal kondisi terkini Mahad Al Zaytun. Terkait adanya pembiaran terhadap fitnah, hoaks, ujaran kebencian dan kedengkian yang masif di dunia maya terhadap pondok tersebut. 

Datuk Agung Sidayu merupakan pimpinan di Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Wira Tata Buana. YPI merupakan yayasan yang menaungi Mahad Al Zaytun Indonesia di bawah asuhan Syekh Panji Gumilang

Dia juga merupakan Special Consultative status In United Nations Economic and Social Council (Ecosoc) United Nations. Atau Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). 

Melalui unggahan di media sosial Facebook, Datuk Agung Sidayu menulis khusus berkenaan dengan hal itu. Terutama adanya upaya memonjokkan institusi pendidikan Al Zaytun yang hanya didasarkan pada informasi yang tidak benar di dunia maya.

BACA JUGA:Tok! Libur Idul Adha 1444 H Bertambah Menjadi 3 Hari

Menurutnya semua itu merupakan pengabaian terhadap hak asasi manusia (HAM). Yang telah terjadi di Mahad Al Zaytun dan menimpa pimpinannya, Syekh Panji Gumilang.

Ada 6 sikap yang dia diunggah dalam menanggapi terjadinya pengabaian HAM di pondok yang berlokasi di Gantar Indramayu itu. Butir-butir sikap itu merujuk pada apa yang saat ini sedang digalakkan oleh PBB melalui Sekertaris Jenderalnya HE Antonio Gutteres.

Keenam butir sikap Mahad Al Zaytun itu sebagai berikut:

  1. Al Zaytun Indonesia menolak semua tuduhan tidak berdasar, dan sejak berdirinya di tahun 1999, sebagai lembaga pendidikan formal, Al Zaytun hanya menyelenggarakan pendidikan generasi muda, dan pendidikan adalah hak asasi manusia yang paling esensial.
  2. Al Zaytun indonesia tetap komit di dalam menjalankan motto lembaga pendidikannya, yakni "The center of Education, Peace and Tolerance Culture Development", motto yang selaras dengan apa yang diseyogyakan Perserikatan Bangsa Bangsa.
  3. Al Zaytun Indonesia, menolak adanya tuduhan yang mnengatakan bahwa Al Zaytun Indonesia tertutup, karena setiap langkah, even yang diselenggarakan di Al Zaytun Indonesia selalu diupload di internet memalui website, youtube dan lain sosial media.
  4. Al Zaytun Indonesia selalu terbuka bagi semua orang, pihak, namun demikian Al Zaytun Indonesia sebagai Lembaga Pendidikan mempunyai aturan tentang etika dan disiplin tersendiri sebagai sebuah Lembaga Pendidikan (Boarding School).
  5. Al Zaytun Indonesia menolak adanya anggapan bahwa Al Zaytun Indonesia mengajarkan radikasime, intoleranisme, karena selama 24 Tahun menjalankan program oendidikan formal dari tingkat sekolar dasar, menengah pertama dan atas serta Pendidikan Tinggi, Al Zaytun hanya menerapkan kurikulum nasional, dan tidak ada satupun bukti di dalam kampus maupun di luar (bagi alumni) yang terlibat dalam tindakan kekerasan.
  6. Memohon kepada pemerintah baik pusat maupun daerah (Jawa barat), untuk mencegah dan menghentikan semua fitnah dan hoaks yang menyebar, sebelum semuanya terlambat dan menganggu ketenangan masyarakat, apalagi di tahun politik menjelang Pemilu 2024.

BACA JUGA:PERTAHANAN Kokoh Al Zaytun Diuji Lagi, Ada Demo Jilid 2, 10.000 Pasang Kaki akan Hadir

Memang menurut Datuk Agung Sidayu, disinformasi sama sekali bukan hal baru. Namun baru-baru ini Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan report yang bertujuan untuk mengatasi fenomena disinformasi. 

Terutama dalam konteks lanskap komunikasi yang baru dan berkembang pesat. Karena teknologi inovatif, yang memungkinkan penyebaran volume yang tak tertandingi. Konten dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Disinformasi datang dalam berbagai bentuk. Ini termasuk operasi yang ditargetkan oleh negara, pejabat negara, teori konspirasi tentang kebijakan kesehatan dan vaksin, kampanye kotor untuk melemahkan kelompok dan orang tertentu dan banyak lainnya,” kata Asisten Sekretaris Jenderal untuk HAM Ilze Brands- Kehris.

Dia menyampaikan hal itu saat menyampaikan laporan Sekretaris Jenderal kepada Majelis Umum PBB.

BACA JUGA:Duel Sengit Asnawi dan Garnacho Berlanjut ke Media Sosial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: