FAKTA-FAKTA Situs Al Zaytun Dihack, 45.780 Data Dibocorkan, Kemenag Ikut Diseret: Mau Diserang Juga?

FAKTA-FAKTA Situs Al Zaytun Dihack, 45.780 Data Dibocorkan, Kemenag Ikut Diseret: Mau Diserang Juga?

Beberapa situs Al Zaytun diklaim sudah dihack oleh beberapa kelompok hacker.-Fredens of Security/Ist-radarcirebon.com

BACA JUGA:Bukan Kurikulum Pendidikan yang Menyimpang dari Al Zaytun, Tapi...

"Hapus ajaran sesat di muka bumi ini. Kami Fredens of Security tolak ajaran Al Zaytun," tulis kterangan tersebut.

Kelompok ini mengaku sebagai Official Forum Fredens of Security yang berlokasi di Amerika Serikat. 

Kendati demikian, dari pantauan radarcirebon.com website Mahad Al Zaytun yang disebut telah diretas masih dapat diakses dengan normal.

Termasuk website dengan sub domain yang berisi daftar online dan laman utama. Tidak ada yang berubah pada laman tersebut.

BACA JUGA:Nasib Al Zaytun Tinggal Menghitung Hari, Keputusan Bakal Dibacakan Mafud MD

Menurut keterangan mereka, kebocoran data Al Zaytun tidak akan berhenti sampai di sini. Serangan cyber juga akan terus dilakukan.

Diklaim bahwa pertahanan cyber dari Mahad Al Zaytun sudah runtuh, pada beberapa website dan sub domain website seperti pendaftaran hingga lainnya.

"1.500 data transaksi Institut Agama Islam Al Zaytun. Perbankan: Bank Mandiri. Nomor rekening 134-00-0067xxx-0 dan 134-00-444xxx-1," tulis keterangan tersebut.

Dalam keterangannya hacker dari Vulzsec Team menyatakan bahwa mereka tidak mempublikasikan semua data tersebut, karena menyangkut transaksi perbankan dari mahasiswa.

BACA JUGA:NGERI! Serangan Cyber Tembus Pertahanan Al Zaytun, Hacker Klaim Obrak-abrik 1.500 Data Transaksi Keuangan

Dari beberapa sampel data yang dibocorkan terdapat pembayaran untuk biaya pendidikan sebesar Rp.3.900.000, hingga biaya listrik Rp300.000.

Kemudian ada juga transaksi pembayaran untuk buku paket sebesar Rp295.000, dan buku paket lainnya sebesar Rp740.000.

Kemudian untuk data lain dari IAI Al Azis adalah mengenai 26 dosen dan 2 pakar IT. "26 dosen data dibocorkan dan 2 ahli IT," tulis keterangan mereka.

Dari timeline yang dibagikan oleh beberapa kelompok ini, terlihat kebocoran data tersebut mulai diunggah sekitar 3 hari yang lalu atau 28, Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: