Massa Bentrok dengan Polisi saat demi di Al Zaytun, Begini Repons Kapolres Indramayu

Massa Bentrok dengan Polisi saat demi di Al Zaytun, Begini Repons Kapolres Indramayu

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar. Foto: -Kholil Ibrahim-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar merespons bentrok yang sempat terjadi antara massa pendemo dan polisi di dekat Mahad Al Zaytun, Kamis 6 Juli 2023.

Bentrokan sempat terjadi saat situasi di tengah unjuk rasa mulai memanas. Aksi saling dorong tak terhindarkan ketika massa terus berupaya menerobos penjagaan polisi.

Meski sempat ricuh. Namun situasi dan kondisi tetap terkendali. Pendemo dari Aliansi Santri dan Rakyat Indramayu menyampaikan sejumlah tuntutannya.

Terkait bentrokan antara polisi dan massa aksi, Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar menanggapinya dengan santai.

"Itu kan komunikasi di lapangan saja karena ada beberapa massa aksi yang berusaha menerobos," katanya kepada wartawan.

Menurut Fahri, pihaknya juga sudah mendapatkan keterangan, bahwa pihan-pihak yang berusaha menerobos dan melakukan provokasi bukan bagian dari massa aksi.

"Tadi sudah disampaikan oleh Kordum dan Korlap bahwa yang memprovokasi itu, menurut Kordum dan Korlap bukan bagian dari massa aksi," tuturnya.

BACA JUGA:Wanita Cantik Nekat Selundupkan Narkoba ke Lapas Cirebon, Sabu dan Alprazonam Disimpan Pada Bagian Sensitif

Sebelumnya, Kapolres juga mengimbau agar kelompok masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi dan tuntutannya dengan tertib.

"Bahwa dalam menyatakan pendapat di muka umum atau aksi unjuk rasa, itu harus dilakukan dengan aman dan tertib," katanya.

Sementara itu, Fahri menyebutkan, dalam pengaman demo Al Zaytun jilid 3 tersebut, pihaknya menerjunkan sekitar 500 anggota.

Di sisi lain, Muhamad Solihin selaku Koordinator Umum aksi unjuk rasa Aliansi Santri dan Rakyat Indramayu mengungkapkan, ada 32 organisasi yang bergabung di dalam aksi hari ini.

Menurut dia, demo berjilid-jilid akan terus dilakukan jika pemerintah masih tidak mendengar tuntutan mereka. Yaitu, mengadili Panji Gumilang.

"Kami mendorong terus mengawal agar Mabes Polri tegak lurus. Sesuai fakta yang ada, segera Panji Gumilang untuk ditangkap dan diadili," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: