Syekh Panji Gumilang Kecewa degan Bank, Pilih Uang Miliaran Disimpan di Peti: Tidak Bisa Melindungi Nasabah

Syekh Panji Gumilang Kecewa degan Bank, Pilih Uang Miliaran Disimpan di Peti: Tidak Bisa Melindungi Nasabah

Syekh Panji Gumilang mengacu kecewa dengan bank karena tidak melindungi kekayaan nasabah.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Syekh Panji Gumilang kecewa dengan bank, karena dianggap tidak bisa melindungi kepercayaan dari nasabah.

Yang bikin dia lebih kecewa, jumlah rekening maupun nilai yang dimiliki Mahad Al Zaytun di perbankan, diumbar lembaga negara dengan justifikasi.

Karenanya, untuk sementara ini, Syekh Panji Gumilang menyatakan, dirinya tidak akan menggunakan bank untuk transaksi maupun menyimpan uang.

Sebab, lembaga keuangan tersebut dianggapnya sudah tidak dapat dipercaya lagi. Baginya, kembali ke jalan tradisional jauh lebih baik.

BACA JUGA:Digugat Panji Gumilang Rp 5 Triliun, Mahfud MD: Biar Saja, Kita Takkan Terkecoh

"Syekh mengambil kebijakan, uang ini jangan disimpan di bank. Mengapa? Karena bank sudah tidak bisa merahasiakan kekayaan nasabahnya yang disimpan," kata Syekh Panji Gumilang, saat taushiyah di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kabupaten Indramayu.

Disampaikan syekh, uang yang disimpan di bank memang terdiri dari banyak rekening. Ada yang atas nama Panji Gumilang maupun Al Zaytun langsung.

Namun, ratusan rekening itu, masing-masing dikelola oleh unit usaha. Misalnya pertanian, perkebunan hingga untuk pendidikan.

Sayangnya, ketika ratusan rekening itu dibekukan, kemudian disertai dengan justifikasi adanya pencucian uang dan lain sebagainya.

BACA JUGA:Ingin Belikan Rumah untuk Orangtua, Tersangka Ini Donor dan Gabung ke Sindikat Jual Beli Ginjal

"Pengumumannya itu justifikasi, menjadi konsumsi publik. Sehingga mengakibatkan hiruk pikuk. Kemudian setelah hiruk pikuk itu, dipulangkan kepada Panji Gumilang sebagai penyebabnya," bebernya.

Ditambahkan syekh, kekayaan yang dimiliki Al Zaytun maupun dirinya, wajar-wajar saja. Sebab, lembaga ini memiliki banyak unit usaha dan dikelola secara mandiri.

Dibocorkannya jumlah rekening hingga yang yang disimpan di dalamnya, tidak bisa dimengerti oleh dirinya. Sebab, seharusnya data demikian dilindungi.

"Ini yang sulit dimengerti. Sebuah negara yang semestinya melindungi hak warga negaranya, ada sebuah lembaga yang mengumumkan. Jangan percaya kepada bank saat ini. Tidak bisa melindungi kepercayaan nasabah," bebernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: