Istilah Unik di Pilwu Kabupaten Cirebon, Ada Sebutan 'Bagong' Pernah Dengar?

Istilah Unik di Pilwu Kabupaten Cirebon, Ada Sebutan 'Bagong' Pernah Dengar?

Pilwu serentak Kabupaten Cirebon 2023. Sejumlah istilah atau tradisi terjadi selama pesta demokrasi itu.-Andri Wiguna-Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2023 Kabupaten Cirebon, sebentar lagi akan memasuki pengambilan suara pada 22 Oktober 2023 mendatang.

Saat ini, Pilwu Serentak Kabupaten Cirebon 2023, memasuki masa kampanye yang berlangsung selama 3 hari. Dimulai tanggal 14 Oktober 2023 - 17 Oktober 2023.

Di masa ini, sejumlah kuwu yang bakal bertarung akan mengerahkan sejumlah orang yang bertugas sebagai juru kampanye (jurkam).

Tugas jurkam, akan memperkenalkan sejumlah visi, misi, program,  atau citra diri calon kuwu yang dibentuk oleh Pelaksana Kampanye. 

BACA JUGA:Epson Memperbarui Jajaran Printer Direct-to-Garment dengan SureColor F2230, Solusi DTG yang Ringkas

Di Kabupaten Cirebon sendiri, terdapat beberapa istilah atau sebutan unik kepada sosok atau tradisi selama helatan tersebut.

1. Bagong

Sebutan 'bagong' disematkan kepada orang-orang yang menjadi tim pemenangan atau tim sukses calon kepala desa atau kuwu tertentu.

Tugas seorang bagong nyaris sama dengan juru kampanye, namun berbeda dalam praktek di lapangan.

BACA JUGA:Yamaha Indonesia Ajak Konsumen Nonton Langsung Gelaran Akbar MotoGP Mandalika

Seorang bagong harus mampu menaikan elektabilitas calon kuwu atau kepala desa sebelum masa pencoblosan.

Dalam melakukan tugasnya, seorang bagong ini nyaris tidak terdekteksi pergerakannya.

Di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, orang-orang yang menjadi bagong harus memiliki pamor dan pengaruh besar di lingkungan tempat tinggalnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Susukan Lebak, seperti diungkapkan Kepala Desa Susukan Agung, Ria Gumelar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: